Pilkada Malang 2020

14 TPS Rawan Terlambat Distribusi Logistik Pilkada Malang 2020

Polres Malang telah memetakan sejumlah titik rawan keterlambatan logistik di TPS (Tempat Pemungutan Suara) wilayah Kabupaten Malang

Penulis: Mohammad Erwin | Editor: isy
erwin wicaksono/suryamalang.com
Polres Malang bersama TNI, Linmas, BPBD dan KPU Kabupaten Malang menggelar simulasi pelaksanaan pemungutan suara Pilkada Malang 2020 di Stadion Kanjuruhan pada Jumat (27/11/2020). 

SURYAMALANG.COM | MALANG - Polres Malang telah memetakan sejumlah titik rawan keterlambatan logistik di TPS (Tempat Pemungutan Suara) wilayah Kabupaten Malang.

Kapolres Malang, AKBP Hendri Umar, menerangkan terdapat 14 TPS yang rawan terlambat dalam pengiriman logistik di TPS.

Secara keseluruhan, TPS di Kabupaten Malang tercatat sekitar 4999 TPS.

Pada setiap TPS, akan dibatasi tidak lebih dari 500 Daftar Pemilih Tetap (DPT).

"TPS itu rawan karena faktor geografis. Pasalnya, jalur menuju TPS yang susah dilalui kendaraan. Dan sudah kami petakan ada di Kecamatan Ampelgading dekat dengan Pantai Licin kan susah itu. Ada juga yang Kecamatan Tirtoyudo dan kalau di barat itu Kecamatan Kasembon," kata Hendri usai meninjau kesiapan Pilkada di Stadion Kanjuruhan pada Jumat (27/11/2020).

Kata Hendri, logistik terdiri dari surat suara, kotak surat suara dan Alat Pelindung Diri (APD)  meliputinmasker, face shield dan juga sarung tangan.

Sebagai solusi, Hendri menyarankan agar pengiriman logistik di TPS rawan dilakukan lebih awal daripada TPS lainnya.

"Apabila TPS lainnya itu malam satu hari sebelum 9 Desember, nanti di TPS yang rawan itu akan kami dahulukan H-2 sebelum pencoblosan oleh personel Babinsa dan Bhabinkamtibmas di deda terdekat," ujar Hendri.

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved