Berita Bondowoso Hari Ini
Santri di Bondowoso Alami Luka Bakar karena Diduga Dianiaya, Pihak Ponpes Akhirnya Beri Pengakuan
Kejadian tersebut bermula, kala teman sekamar NA bermain parfum laundry, Sabtu (5/12/2020) selepas Asar di dalam kamar pondok pesantren.
Penulis: Danendra Kusuma | Editor: Dyan Rekohadi
Penulis : Danendra Kusuma , Editor ; Dyan Rekohadi
SURYAMALANG.COM, BONDOWOSO - Seorang santri Ponpes Al Irsyad di Kelurahan Kademangan, Bondowoso, mengalami luka bakar di sejumlah bagian tubuhnya dan diduga jadi korban penganiayaan teman pondoknya.
Muncul dugaan jika santri NA (15) yang menderita luka bakar dianiaya 14 temannya.
Tapi dugaan itu akhirnya terjawab, setelah pihak Pondok Pesantren (Ponpes) Al Irsyad memberi penjelasan secara terbuka.
Pihak pesantren mengkonfirmasi bila kejadian tersebut sebenarnya bukanlah kasus penganiayaan.
Mudir Kepesantrenan Ponpes Al Irsyad, Huzeim Miftah mengatakan musibah yang dialami NA hingga luka bakar tersebut akibat gurauan berlebihan.
Kejadian tersebut bermula, kala teman sekamar NA bermain parfum laundry, Sabtu (5/12/2020) selepas Asar di dalam kamar pondok pesantren.
Parfum laundry tersebut disemprotkan ke arah pakaian lantas menyalakan korek api. Praktis, karena terdapat kandungan alkohol dalam parfum membuat api membesar.
Tanpa memikirkan risikonya, para santri justru terus asyik bermain parfum.
Secara bergantian, mereka menyemprotkan serta langsung menyulut korek api ke arah pakaian santri sekamar.
"Beberapa santri berhasil memadamkan api yang membakar pakaian akibat bermain parfum sembari menyalakan korek," katanya, Selasa (8/12/2020).
NA yang saat itu berada di kamar, tak luput dari sasaran bermain parfum temannya.
Sebelum menyemprotkan parfum ke arah pakaian NA, salah satunya teman memeganginya dari belakang.
Apesnya, karena keteledoran seorang teman yang memeganginya itu, parfum laundry dalam botol tumpah ke pakaian.
Melihat kejadian itu, ia justru tak menghentikan permainan. Ia tetap menyulut korek api ke arah pakaian NA hingga terbakar.