Berita Gresik Hari Ini
Banjir Meluas di Gresik, 4.605 Rumah Warga Gresik Terendam Banjir Luapan Kali Lamong
Banjir yang melanda Kabupaten Gresik semakin meluas hingga tiga Kecamatan, Senin (14/12/2020).
Penulis : Willy Abraham , Editor : Dyan Rekohadi
SURYAMALANG.COM, GRESIK - Banjir yang melanda Kabupaten Gresik semakin meluas hingga tiga Kecamatan, Senin (14/12/2020).
Ribuan rumah terendam banjir luapan sungai Kali Lamong.
Menurut data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) terbaru, Kecamatan Balongpanggang ada 12 desa terdampak.
Rata-rata banjir merendam akses jalan setinggi 20 sampai 30 centimeter.
Ada 236 rumah yang terendam di Kecamatan yang berbatasan langsung dengan Kabupaten Mojokerto dan Lamongan.
Kecamatan Benjeng yang paling parah. Sebanyak 12 desa terendam banjir.
Paling parah melanda desa Bulurejo, ribuan rumah terendam banjir dengan ketinggian air mencapai 60 sentimeter.
Ada 4.152 rumah terendam banjir pada hari ini.
Sementara itu, Kecamatan Cerme ada sembilan desa kebanjiran.
Sebanyak 217 rumah terendam banjir. Desa Dungus menjadi yang terparah, jalanan desa tergenang air 60 sampai 100 sentimeter dan 500 rumah terendam.
Kepala BPBD Gresik, Tarso Sagito mengatakan jika memang kondisi banjir meluas ke Cerme. Namun, sebagian mulai surut seperti di Benjeng.
"Kami tetap mewaspadai, kami jug koordinasi dengan Muspika, aparat desa setempat. Monitoring perkembangan banjir dan koordinasi pendirian posko dan dapur umum," kata dia.
Sementara di Jalan Raya Desa Morowudi, Cerme digenangi air sepanjang 1,7 kilometer, dengan ketinggian 60 centimeter.
Tidak sedikit sepeda motor yang mogok terpaksa didorong.
"Airnya selutut, terpaksa nuntun," ucap Syahputra, pengendara yang menuntun kendaraan.
Ruas jalan yang terendam lainnya adalah Desa Klampok, Benjeng.
Pengendara roda dua diizinkan melintas, tetapi harus menuntun kendaraanya. Sementara roda empat atau kendaraan besar dilarang melintas.