Berita Batu Hari Ini
Sektor Wisata di Kota Batu Merasakan Dampak Kewajiban Tes Antibodi
Sektor pariwisata mulai merasakan dampak peraturan diwajibkannya wisatawan membawa hasil tes antibodi ke Kota Batu.
Penulis: Benni Indo | Editor: Zainuddin
Ia berpendapat, jika gala dinner ditiadakan maka potensi penumpukkan massa di malam tahun baru membesar. Pasalnya, tamu hotel akan berburu kuliner di luar hotel.
“Gala dinner ini adalah acara makan malam yang diiringi musik. Batasannya sampai mana, tidak boleh ikut menyanyi atau seperti apa,” tuturnya.
Ia juga menambahkan bahwa PHRI sepenuhnya akan patuh dengan SE yang ada.
Ia bahkan juga menjamin tidak akan ada acara peniupan terompet atau pesta kembang api saat menyambut Tahun Baru 2021.
“Tapi tetap mekanisme gala dinner harus jelas,” tegas dia.
Pemerintah Kota Batu tidak mewajibkan wisatawan yang berkunjung ke Kota Batu menunjukan hasil negatif tes antigen.
Pemerintah Kota Batu mewajibkan wisatawan yang datang, minimal membawa hasil tes cepat antibodi atau rapid test.
Wali Kota Baru, Dewanti Rumpoko mengatakan, kesepakatan minimal menunjukkan tes antibodi tersebut sudah dibahas dan disetujui oleh pemerintah daerah di kawasan Malang Raya.
"Malang Raya sudah komitmen rapid test, rapid antibodi," ujar Dewanti.
Dilanjutkan Dewanti, ketika wisatawan tidak dapat menunjukan hasil non reaktif rapid test antibodi, maka wisatawan tersebut akan disuruh kembali atau melakukan tes cepat mandiri di rumah sakit terdekat.
"Kami akan meminta wisatawan tersebut balik kanan. Kedua dia harus tes sendiri, tidak difasilitasi oleh pemerintah," terangnya.
SURYA/BENNI INDO
Wisatawan menikmati suasana hamparan bunga di Batu Love Garden yang baru saja dibuka untuk umum.