Breaking News:

Berita Malang Hari Ini

Ancaman Sampah Menghantui, Ini yang Dilakukan BPBD Kabupaten Malang

BPBD Kabupaten Malang mewaspadai sampah rumah tangga yang dapat menyebabkan banjir karena menyumbat saluran air

Penulis: Mohammad Erwin
Editor: isy
erwin wicaksono/suryamalang.com
Ilustrasi - sampah di TPA Talangangung, Kepanjen, Kabupaten Malang, Jumat (10/7/2020). 

SURYAMALANG.COM | MALANG - Musim hujan belum berakhir, BPBD Kabupaten Malang mewaspadai sampah rumah tangga yang dapat menyebabkan banjir karena menyumbat saluran air.

"Beberapa daerah seperti Kepanjen, Gondanglegi dan sekitarnya rawan genangan air karena luapan air sungai. Biasanya karena ada penyumbatan air di beberapa drainase karena sampah," ujar Kepala Bidang (Kabid) Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Kabupaten Malang, Iksan Hadi ketika dikonfirmasi pada Selasa (28/12/2020).

Sebagai solusi, Hadi mengungkapkan jika pihaknya bersama TNI-Polri rutin melakukan sosialiasi kepada warga. 

Tujuannya agar tidak membuang sampah secara sembarangan.

"Di luar dugaan juga ternyata ada kiriman sampah dari daerah yang lebih tinggi. Namun, setelah beberapa waktu kami rutin sosialisasi sekarang sudah ada hasilnya," ungkapnya.

Kata Hadi sejumlah Kecamatan di Kabupaten Malang masib saja memiliki risiko tinggi terjadi bencana banjir.

Wilayah tersebut meliputi Kecamatan Ngantang, Kromengan, Sumberpucung, Kalipare, Donomulyo, Sumbermanjing Wetan, Turen, Lawang, Singosari, Pakis, Tumpang, Ampelgading, Gondanglegi, Kepanjen.

Lalu pada bencana longsor mayoritas berada di daerah yang memiliki kondisi geografis yang berbukit-bukit.

Seperti halnya Kecamatan Jabung, Wajak, Poncokusumo, Ampelgading, Tirtoyudo, Dampit, Sumbermanjing Wetan, Gedangan, Bantur, Pagak, Donomulyo, Kalipare, Wagir, Dau, Pujon, Ngantang, Kasembon.

"Wilayah yang baru saja terjadi longsor tepatnya di Kasembon," tutupnya.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved