Breaking News:

Berita Malang Hari Ini

Tempat Wisata di Kabupaten Malang Buka Besok, Pengunjung Disarankan Bawa Hasil Nonreaktif Rapid Test

Kunjungan wisata di Kabupaten Malang dijadwalkan kembali dibuka pada Sabtu (2/1/2020).

Penulis: Mohammad Erwin | Editor: isy
erwin wicaksono/suryamalang.com
Wisatawan di Gunung Bromo. 

SURYAMALANG.COM | MALANG - Kunjungan wisata di Kabupaten Malang dijadwalkan kembali dibuka pada Sabtu (2/1/2020).

Sebelum berwisata, Disparbud Kabupaten Malang sarankan warga membawa hasil nonreaktif rapid test.

"Tidak ada kewajiban. Tapi lebih baik membawa hasil rapid test untuk menjaga keamanan di tempat wisata," ujar Kepala Disparbud Kabupaten Malang, Made Arya Wedhantara ketika dikonfirmasi pada Jumat (1/1/2020).

Wedhantara menambahkan aturan protokol kesehatan yang sering digaungkan tetap harus diterapkan.

"Regulasi tersebut wajib dipatuhi pengelola objek wisata. Protokol kesehatan yang harus diterapkan di tempat wisata selama pandemi Covid-19 adalah 4M,” ujarnya.

Kata Wedhantara, metode 4M yang ia maksud meliputi beberapa kegiatan, di antaranya memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak, dan menghindari kerumunan.

Pria asal Bali ini juga mewajibkan pengelola wisata menyiapkan masker bagi pengunjung, terutama bagi yang kedapatan tidak mengenakan masker.

"Biaya masker akan ditanggung oleh pengunjung yang kedapatan tidak memakai masker tersebut,” ungkapnya.

Supaya aturan dapat dilihat dengan mudah, Wedhantara menyarankan agar pengelola tempat wisata membuat banner besar tentang 4M, di loket atau area wisata.

”Penting disediakan papan peringatan soal protokol kesehatan,” ujarnya.

Wedhantara tak melarang operasional pariwisata di wilayahnya buka selama 24 jam penuh.

”Namun harus ada petugas keamanan yang bersiaga selama objek wisata dibuka. Petugas keamanan itu, juga bertugas menjalankan SOP (Standar Operasional Prosedur) keselamatan bagi wisatawan,” jelasnya.

Ia menegaskan pengelola tidak boleh lepas tangan jika ada wisatawan yang mengalami gejala Covid-19.

Alhasil, penyediaan ruang isolasi wajib diberikan.

”Jika memang ada yang mengarah ke Covid-19 harus segera dikoordinasikan. Jangan sampai tempat wisata di Kabupaten Malang justru menjadi klaster Covid-19,” tutupnya.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved