Breaking News:

Berita Malang Hari Ini

Prakerin SMK di Kota Malang Tetap Boleh Dijalankan, Syaratnya Protokol Kesehatan dan Izin Orangtua

Syarat lainnya adalah dunia industri juga menjamin protokol kesehatan di tempat Prakerin dan keselamatan kerja siswa termasuk tidak menimbulkan klaste

SURYAMALANG.COM/Sylvianita Widyawati
Kawasan Kampung Budaya Polowijen (KBP) Kota Malang yang biasanya dipakai prakerin siswa Kriya Batik SMKN 5. Prakerin semester genap dimulai Februari 2021 karena ada PPKM mulai 11-25 Januari 2021. 

Penulis : Sylvianita Widyawati , Editor : Dyan Rekohadi

SURYAMALANG.COM, MALANG - Praktik kerja industri (Prakerin) untuk siswa kelas 11 SMK saat semester genap mulai Januari 2021 boleh dilaksanakan dengan syarat memperhatikan protokol kesehatan (Prokes) karena masih pandemi Covid-19.

Hal itu disampaikan oleh Ema Sumiarsih, Kepala Cabdin Dindik Jatim wilayah Kota Malang dan Kota Batu.

Selain wajib menerapkan Prokes, siswa yang menjalani Prakerin juga harus mengantongi izin orang tua.

"Orangtua siswa harus mengijinkan secara tertulis," jelas Ema pada suryamalang.com, Selasa (12/1/2021).

Syarat lainnya adalah dunia industri juga menjamin protokol kesehatan di tempat Prakerin dan keselamatan kerja siswa termasuk tidak menimbulkan klaster baru di tempat Prakerin.

"Pada jurusan tertentu, bisa dilakukan prakerin secara daring," jelas dia.

Prakerin Di Kampung Budaya Polowijen (KBP) yang biasanya dijadikan lokasi Prakerin siswa program keahlian Kriya Batik SMKN 5 Kota Malang harus dijadwal ulang karena ada PPKM (Pemberlakuan Pengurangan Kegiatan Masyarakat) se Jawa-Bali mulai 11-25 Januari 2021.

"Akhirnya ada penjadwalan ulang jadwal prakerin. Semula Januari menjadi Februari 3021 atas arahan kepala sekolah," jelas Ki Demang, pengelola KBP pada suryamalang.com terpisah.

Pihaknya telah menerima pemberitahuan dari guru sekolah.

Prakerin di KBP akan dilaksanakan selama enam bulan dengan memperhatikan prokes.

"Saya terserah diberi siswa berapa untuk prakerin di sini," jawabnya.

Mereka akan belajar banyak hal soal batik. Misalkan membuat pola, mencanting, mewarna, mengunci dll.

Dikatakan, pihaknya sudah melakukan studi banding ke Blitar. Dimana disana dalam pemakaian warna sudah memakai pewarnaan alam dari tanaman.

Dan KBP juga sudah mendapat bibit itu untuk ditanam. Nanti rencananya, siswa prakerin juga akan dilibatkan.

Di kampung itu, para siswa yang sekolah daring juga memanfaatkan gazebo yang ada dengan wifinya.

Menurut Ki Demang ia sudah membeli meja kursi bambu. Sedang wifi bantuan dari Komunitas Peduli Malang.

Catatan Redaksi: Bersama-kita lawan virus corona. SURYAMALANG.COM mengajak seluruh pembaca untuk selalu menerapkan protokol kesehatan dalam setiap kegiatan. Ingat pesan ibu, 3M (Memakai masker, rajin Mencuci tangan, dan
selalu Menjaga jarak).

Sumber: Surya Malang
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved