Breaking News:

Travelling

Jejak Langkah Pendakian Gunung Semeru, Kematian Soe Hok Gie Hingga Predikat Seven Summits Indonesia

Jejak Langkah Pendakian Gunung Semeru, Kematian Soe Hok Gie Hingga Predikat Seven Summits Indonesia

Penulis: Eko Darmoko | Editor: eko darmoko
SURYAMALANG.COM/Eko Darmoko
Kawah Jonggring Saloko di Puncak Gunung Semeru, Mahameru. Foto tahun 2012. 

SURYAMALANG.COM - Gunung Semeru yang mashyur sebagai Puncak Abadi Para Dewa adalah gunung tertinggi di Pulau Jawa.

Gunung Semeru memilik ketinggian 3676 mdpl, berada di Provinsi Jawa Timur. Pesona Gunung Semeru telah menarik pendaki gunung untuk mendakinya.

Banyak kenangan ikhwal Gunung Semeru, selain kematian aktivis Soe Hok Gie di sekitaran Puncak Mahameru tahun 1969, gunung ini juga diabadikan grup band asal Surabaya, Dewa 19, melalui sebuah lagu.

Lagu tersebut berjudul 'Mahameru' dalam album Format Masa Depan yang dirilis Dewa 19 tahun 1994.

Soe Hok Gie meninggal dunia di Gunung Semeru 16 Desember 1969.
Soe Hok Gie meninggal dunia di Gunung Semeru 16 Desember 1969. (Mapala UI)

Tak hanya itu, Gunung Semeru juga termasuk ke dalam Seven Summits Indonesia atau tujuh gunung tertinggi di pulau besar di wilayah Nusantara.

Sejak berabad-abad yang lalu, Gunung Semeru sudah menjadi primadona bagi kaum pendaki yang ingin menjejakkan kaki di puncak tertinggi Pulau Jawa itu. Sejarah mencatat, pendakian pertama Gunung Semeru terjadi pada abad ke-19, tetapnya pada tahun 1838.

Gunung Semeru mengeluarkan awan panas letusan, Selasa (1/12/2020). Foto diambil dari jarak yang aman di salah satu wilayah di Lumajang
Gunung Semeru mengeluarkan awan panas letusan, Selasa (1/12/2020). Foto diambil dari jarak yang aman di salah satu wilayah di Lumajang (tony hermawan)

Dikutip dari Wikipedia, sepanjang yang dicatat oleh sejarah; Clignet dan Winny Brigita adalah orang pertama yang melakukan ekspedisi pendakian ke Gunung Semeru. Mereka adalah ahli geologi berkebangsaan Belanda yang melakukan pendakian dari jalur barat daya lewat Widodaren.

Bermula dari pendakian tahun 1838 inilah, pendakian ke Gunung Semeru terus berlanjut. Tahun 1911, Van Gogh dan Heim mendaki Semeru lewat lereng utara, kemudian tahun 1945 seorang ahli Botani, Junhunn, asal Belanda mendaki melalui jalur Ayak-ayak. Selanjutnya, pendakian umumnya dilakukan melalui jalur yang dianggap paling aman, yakni di Ranu Pani, Kecamatan Senduro, Kabupaten Lumajang.

Harian Surya beruntung pernah mendaki Gunung Semeru hingga puncak tertinggi Mahameru. Pendakian ini dilakukan Harian Surya pada dua kesempatan, yakni pada 2010 dan 2012, melalui jalur Ranu Pani.

Sejauh dalam rekam jejak Harian Surya, beginilah alur rute pendakian Gunung Semeru:

Halaman
1234
Sumber: Surya Malang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved