Breaking News:

Travelling

Jejak Langkah Pendakian Gunung Semeru, Kematian Soe Hok Gie Hingga Predikat Seven Summits Indonesia

Jejak Langkah Pendakian Gunung Semeru, Kematian Soe Hok Gie Hingga Predikat Seven Summits Indonesia

Penulis: Eko Darmoko
Editor: eko darmoko
SURYAMALANG.COM/Eko Darmoko
Kawah Jonggring Saloko di Puncak Gunung Semeru, Mahameru. Foto tahun 2012. 

Tumpang

Pendaki yang ingin mendaki Gunung Semeru, pasti singgah di Tumpang, Kabupaten Malang. Dari Tumpang, mereka melanjutkan perjalanan ke Pos Perizinan Ranu Pani, bisa menggunakan truk sayur atau menyewa jeep yang dikelola oleh warga Tumpang.

Ranu Pani

Ranu Pani adalah desa terakhir sebelum melakukan pendakian ke Gunung Semeru. Di sini, pendaki bakal dimanjakan oleh lanskap danau cantik yang bernama seperti nama desa; Ranu Pani. Di sekitaran Ranu Pani juga ada danau yang tak kalah cantik, Ranu Regulo, berjarak sekitar perjalanan jalan kaki selama 20 menit dari Ranu Pani.

Ranu Kumbolo di jalur pendakian Gunung Semeru, Jawa Timur.
Ranu Kumbolo di jalur pendakian Gunung Semeru, Jawa Timur. (SURYAMALANG.COM/Eko Darmoko)

Ranu Kumbolo

Disarankan, perjalanan ke Ranu Kumbolo dilakukan pada pagi atau menjelang siang. Alasannya sederhana, agar tiba di Ranu Kumbolo sebelum petang. Rata-rata durasi yang dibutuhkan untuk rute Ranu Pani - Ranu Kumbolo sekitar tiga sampai empat jam. Semua tergantung kondisi fisik masing-masing pendaki. Namun, sewaktu Harian Surya menempu rute ini, butuh waktu sekitar enam jam, lantaran perjalanan diselingi dengan berburu foto lanskap untuk keperluan dokumentasi Gunung Semeru.

Sepanjang perjalanan menuju Ranu Kumbolo, pendaki akan disuguhkan dengan trek yang lumayan ‘ringan’, hanya sedikit trek berupa tanjakan. Sebelum sampai di Ranu Kumbolo, pendaki akan menemui empat shelter (pondokan kecil untuk istirahat). Ketika musim kemarau, saat malam hari, suhu di Ranu Kumbolo bisa turun hingga minus derajat celcius. Suhu ekstrem ini mengakibatkan munculnya bunga-bunga es di Ranu Kumbolo, biasanya muncul di atap tenda para pendaki.

Tanjakan Cinta

Tanjakan Cinta adalah berupa ‘dinding’ yang harus dirayapi pendaki sebelum tiba di savana mahaluas, Oro-oro Ombo. Dengan bahasa lain, Tanjakan Cinta adalah gerbang menuju savana Oro-oro Ombo. Konon ada folklor ikhwal nama Tanjakan Cinta. Bahwa, pendaki dilarang menoleh ke belakang saat merayapi Tanjakan Cinta. Jika menoleh, maka kisah cintanya akan kandas. Jika tanpa menoleh, niscaya kisah cintanya akan mulus. Demikianlah folklore yang berkembang; boleh percaya boleh tidak!

Kalimati

Halaman
1234
Sumber: Surya Malang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved