Kronologi Pembunuhan Mahasiswa Telkom Karawang, Para Pelaku Bahas Pembuangan Mayat Sambil Makan Sate

Mahasiswa Universitas Telkom, Fathan Ardian Nutmiftah (19) tewas dibunuh Jhovi Fernando (31) di rumah kontrakan Kampung Cilalung, Karawang.

Editor: Zainuddin
SURYAMALANG.COM/Willy Abraham
Ilustrasi. 

Jo dan Husain mengangkat mayat, dan Rio sebagai sopir menunggu di mobil.

Mereka sempat keliling, dan akhirnya membuang mayat korban ke parit persawahan di Dusun Kecemek, Bayurkidul, Cilamaya Kulon.

Lalu mereka mencuci mobil tersebut, kemudian mengembalikan kepada paman Jo.

Sebelum pulang, Jo memberi Rio uang sebesar Rp 400.000, dan uang Rp 300.000 kepada Husain.

"H (Husain) berperan membantu mengikat dan menggulung dengan plastik maupun sarung dan bed cover kemudian bersama-sama membuang jenzah ke TKP Cilamaya," ungkap AKBP Rama Samtama Putra, Kapolres Karawang.

Husain dan Rio Hadiyanto (24) membantu Jhovi Fernando alias Jo (31) membuang jasad Fathan ke Cilamaya Kulon.

Selain menyembunyikan kematian dan membuang jasad Fathan, keduanya menerima uang yang patut diduga hasil kejahatan.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Di Balik Pembunuhan Mahasiswa Telkom, Mayat Dibungkus 3 Lapis, Pelaku Sempat Makan Sate dan Merokok", Klik untuk baca: https://regional.kompas.com/read/2021/01/20/09573851/di-balik-pembunuhan-mahasiswa-telkom-mayat-dibungkus-3-lapis-pelaku-sempat?page=all#page2

Sumber: Kompas.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved