Breaking News:

Berita Mojokerto Hari Ini

Tulis Status WhatsApp Diduga Bermuatan Hate Speech Yang Melecehkan Polisi, Pemuda Mojokerto Terciduk

Berdasarkan hasil pemeriksaan, pelaku mengaku membuat status Whatsaap tersebut di sebuah warung kopi, pada Senin (18/1/2021) sekitar pukul 19.45 WIB.

ISTIMEWA
Pelaku (AF) pembuat status WhatsApp bermuatan Hate Speech setelah diamankan di Polsek Dawarblandong. 

Penulis : Mohammad Romadoni , Editor : Dyan Rekohadi

SURYAMALANG.COM, MOJOKERTO - Seorang pemuda diamankan polisi gara-gara pasang status WhatsApp yang diduga bermuatan Hate Speech atau ujaran kebencian terhadap Polri.

Pemuda warga Desa Cinandang, Kecamatan Dawarblandong, Kabupaten harus berurusan dengan pihak berwajib lantaran  status nya yang bisa dianggap menghina Polri. 

Pelaku berinisial AF (20) tersebut secara sengaja membuat postingan status WhatsApp bernada menghina Polri yaitu menuliskan 'Si Anjing Mulai Aktif' dengan latar belakang foto mobil patroli Polsek Dawarblandong yang merupakan mobil keliling pencegahan dan penanggulangan Pandemi Covid-19.

Sontak, postingan status WhatsApp dari pelaku dalam bentuk Screenshot atau tangkapan layar Handphone tersebar di media sosial hingga ramai menjadi perbincangan warganet.

Efek akibat Screenshot berisi postingan status WhatsApp yang telah tersebar di media sosial itu begitu meresahkan masyarakat sehingga anggota Unit Reskrim Polsek Dawarblandong pun turun tangan dan akhirnya berhasil menangkap pelakunya.

Kapolsek Dawarblandong, AKP Made Arta Jaya menjelaskan perbuatan pelaku yang membuat status Whatsaap bermuatan provokatif sudah terdeteksi oleh Tim Siber Polres Mojokerto Kota.

Pihaknya mengerahkan anggota Polsek Dawarblandong yang dikomando Kanit Reskrim Aiptu Agus Shodikin untuk mencari keberadaan pelaku.

"Pelaku ditangkap di rumahnya pukul 01.30 dini hari kemudian kita lakukan pemeriksaan terhadap bersangkutan terkait perbuatannya," ungkapnya, Selasa (26/1/2021).

Berdasarkan hasil pemeriksaan, pelaku mengaku membuat status Whatsaap tersebut di sebuah warung kopi, pada Senin (18/1/2021) sekitar pukul 19.45 WIB.

Informasinya, motif pelaku diduga karena sakit hati dia pernah ditilang.

"Jadi pelaku membuat status Whatsaap itu di Warkop setelah 10 menit dihapus karena takut tersebar di Medsos namun ada sebagian saja yang tersebar (Facebook, Red)," ucap Made.

Made menyebut pelaku mengakui perbuatanya dan meminta maaf, dia menyesal yang bersedia tidak akan melakukan perbuatanya yang bisa memicu keresahan masyarakat tersebut.

Apalagi, perbuatan pelaku mengarah pidana yang disangkakan Pasal 28 ayat (1) Junto pasal 45 ayat (1) UU RI No 11 tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE).

"Pelaku sudah minta maaf yang tidak akan mengulangi perbuatanya sehingga kami mediasi dan pelaku wajib lapor, dua kali dalam sepekan, tandasnya. 

Penulis: Mohammad Romadoni
Editor: Dyan Rekohadi
Sumber: Surya Malang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved