Breaking News:

Berita Lumajang Hari Ini

Sampai Kaesang Pangarep Tertarik Beli 500 Kg Kerupuk Kulit Pisang di Lumajang

Toyibatur Rochmah (39) sudah empat tahun punya bisnis beragam olahan pisang di rumahnya di Desa Kalibendo, Kecamatan Pasirian, Lumajang.

SURYAMALANG.COM/Tony Hermawan
Toyibatur Rochmah (39) sudah empat tahun punya bisnis beragam olahan pisang di rumahnya di Desa Kalibendo, Kecamatan Pasirian, Lumajang. 

Dia pernah mengirim produknya ke toko yang berjarak 30 kilometer dari rumahnya.

"Saya juga promosikan produk saya di medsos. Saya bisa dapat pasar lebih luas di medsos daripada hanya mengandalkan penjualan biasa," katanya.

Kerupuk kulit pisang buatan Toyibatur tetap diolah secara sederhana.

Toyibatur berupaya menjaga kualitas agar cita rasa kerupuk kulit pisangnya tetap terjaga.

Proses pembuatan diawali dengan merebus kulit pisang selama 30 menit untuk menghilangkan getah.

Selanjutnya, kulit pisang dihaluskan dengan cara diblender.

Kulit pisang yang sudah halus lalu diberi tepung terigu, tepung tapioka, dan bumbu-bumbu untuk penyedap rasa.

Setelah adonan menjadi satu, kemudian dimasukan plastik dan direbus selama 30 menit.

Adonan yang sudah matang lalu dijemur hingga kering.

Setelah adonan menjadi padat, terakhir tinggal dipotong-potong tipis sesuai ukuran kerupuk.

"Kalau prosesnya sampai mejadi kerupuk bisa sampai dua hari. Semua prosesnya alami dan tidak pakai pengawet. Tapi kerupuk mentahnya bisa tahan sampai satu tahun," imbuhnya.(TOny Hermawan)

Editor: Zainuddin
Sumber: Surya Malang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved