Breaking News:

UPDATE Perempuan Cantik Layani Birahi Teman Lelaki di Halte Bus hingga Ditonton Pengguna Jalan

Berikut sejumlah fakta terkait kasus perempuan cantik yang lakukan aksi tak senonoh di halte hingga jadi tontonan tersebut:

Editor: Bebet Hidayat
Suryamalang.com/kolase Tribunnews.com
UPDATE Perempuan Cantik Layani Birahi Teman Lelaki di Halte Bus hingga Ditonton Pengguna Jalan 

Meski begitu, Ewo memastikan perempuan itu tak berprofesi sebagai pekerja seks komersial atau PSK.

Ewo menyebutkan, perempuan itu saat ini tidak bekerja atau pengangguran. Ia merupakan warga Kecamatan Menteng, Jakarta Pusat.

Baca juga: Saat Ariel Noah Mulai Dekat dengan Agnez Mo, Luna Maya Sudah Buka Hati untuk Pria yang Lebih Muda

5. Periksa kejiwaan

Polisi masih mendalami kenapa MA dan pria tersebut berani berbuat tak senonoh di halte bus saat pengendara masih ramai melintas.

Polisi akan memeriksa kejiwaan MA untuk mengetahui apakah yang bersangkutan memang mengalami gangguan jiwa atau tidak.

"Nanti kami periksakan ke rumah sakit untuk pemeriksaan kejiwaan," kata Ewo.

Jika tak mengalami gangguan jiwa, MA terancam Pasal 281 KUHP tentang tindak pidana asusila dengan ancaman kurungan 2 tahun 8 bulan penjara.

6. Pelaku pria masih biburu

Polisi menyatakan akan memburu pria yang terlibat dalam kasus tak senonoh itu. Menurut Ewo, saat ini pihaknya belum mengantongi identitas pria itu.

Sebab, MA juga tidak bisa membeberkan identitas si pria karena mengaku baru kali pertama bertemu di halte tersebut.

"Dalam pemeriksaan tersangka MA belum bisa menyebutkan identitas pasangannya. Namun kami akan terus melakukan pemeriksaan," kata Ewo.

Baca juga: Curhat Rizky Febian Lepas Harta Warisan Lina ke Teddy, Ungkap Alasan Mengalah: Sedih Sebenarnya

Dapat Imbalan Rp 22.000

Perempuan muda yang diamankan polisi karena berbuat tak senonoh di halte Jalan Kramat Raya mengaku hanya dibayar Rp 22 ribu.

Perempuan muda ini mengakui berbuat aksi tak senonoh di halte bus dengan seorang pria yang baru saja dikenalnya di halte tersebut.

Perempuan berinisial MA (21)  dan seorang pria berbuat tak senonoh di sebuah halte di Jalan Kramat Raya, Senen, Jakarta Pusat.

Perempuan ini mengaku mendapatkan bayaran Rp 22 ribu untuk memberikan layanan oral kepada si pria.

Baca juga: Nagita Slavina Tak Mampu Menahan Air Mata, Ungkap Sifat Asli Raffi Ahmad, Singgung Zaskia Sungkar

"Imbalan sejumlah uang Rp 22.000, untuk jajan saja," kata Kapolsek Senen Kompol Ewo Samono dalam jumpa pers di Mapolsek Senen, Senin (25/1/2021).

Ewo menjelaskan, perbuatan tak senonoh tersebut dilakukan di sebuah halte di Jalan Kramat Raya pada Kamis (21/1/2021) malam.

Aksi tak senonoh itu disaksikan dan direkam pengendara yang melintas, lalu viral di media sosial.

Polisi pun langsung melakukan penyelidikan dengan memeriksa kamera CCTV dan sejumlah saksi di lokasi.

Berdasarkan penyelidikan, perempuan tersebut memang kerap berada di sekitar halte itu.

Polisi kemudian menemukan perempuan tersebut di sekitar lokasi pada Jumat (22/1/2021) pukul 20.00 WIB dan langsung menangkapnya.

Dalam pemeriksaan, perempuan itu mengakui perbuatan tak senonohnya itu. Namun, ia tak bisa menyebutkan identitas si pria.

"Ia mengaku baru kenal pria itu di TKP (tempat kejadian perkara)," kata Ewo.

Ewo memastikan polisi akan tetap memburu laki-laki tersebut meski saat ini belum mengantongi identitasnya.

Sementara itu, untuk MA, polisi akan melakukan tes kejiwaan.

Video amatir yang merekam adegan tak senonoh itu sebelumnya viral di media sosial.

Salah satunya diunggah oleh akun @info_jakartapusat, Jumat pagi.

Baca juga: Sahabat Jadi Cinta Capricorn, Leo Jangan Sensi, Simak Ramalan Cinta Hari Ini Selasa 26 Januari 2021

Disebutkan bahwa aksi tak senonoh itu dilakukan di sebuah halte di Jalan Kramat Raya, tepatnya di depan SMKN 34 Jakarta.

Video itu tampak direkam oleh warga yang melintas menggunakan sepeda motor.

Warga yang mengambil video itu sempat menegur pasangan tak senonoh tersebut.

"Pak, di hotel aja, Pak, di hotel, jangan di situ," teriak perempuan tersebut sambil melintas di depan halte.

Namun, pasangan itu tak acuh dan tetap melanjutkan aksi tak senonohnya.

Polsek Senen pun turun tangan meski tak ada laporan dari warga.

Polisi langsung terjun ke lokasi, mengecek kamera CCTV, serta meminta keterangan sejumlah saksi.

Polisi Tangkap Perempuan tak senonoh di Halte

Polisi menangkap dua orang yang diduga telah berbuat tak senonoh di sebuah halte di Jalan Kramat Raya, Senen, Jakarta Pusat.

Kepala Unit Reserse Kriminal Polsek Senen AKP Bambang memastikan hal itu saat dikonfirmasi, Senin (25/1/2021).

Namun, Bambang belum mau memerinci identitas keduanya.

Detail kasus itu baru akan diungkap dalam konferensi pers di Mapolsek Senen pada Senin pukul 13.00 WIB.

"Nanti dirilis jam 1 siang," katanya.

Rekaman video amatir adegan tak senonoh itu sebelumnya viral di media sosial. Salah satunya diunggah oleh akun @info_jakartapusat pada Jumat pagi pekan lalu.

Dalam keterangan video itu disebutkan bahwa aksi tak senonoh itu dilakukan di sebuah halte di Jalan Kramat Raya, tepatnya di depan SMKN 34 Jakarta.

Video itu tampak direkam oleh warga yang melintas dengan menggunakan sepeda motor. Warga yang mengambil video itu sempat menegur pasangan tak senonoh tersebut.

"Pak di hotel aja, Pak, di hotel, jangan di situ," teriak perempuan dalam rekaman tersebut sambil melintas di depan halte.

Namun, pasangan itu tak acuh dan tetap melanjutkan aksi tak senonohnya.

Polsek Senen pun turun tangan meski tak ada laporan dari warga. Polisi langsung terjun ke lokasi, mengecek CCTV, serta meminta keterangan sejumlah saksi.

Periksa Kejiwaan

Polisi akan memeriksa kejiwaaan MA (21), perempuan yang berbuat tak senonoh di halte di Jalan Kramat Raya, Senen, Jakarta Pusat.

Saat ini MA sudah ditangkap polisi.

"Nanti kami periksakan ke rumah sakit untuk pemeriksaan kejiwaan," kata Kapolsek Senen Kompol Ewo Samono, Senin (25/1/2021).

Ewo menjelaskan, perbuatan tak senonoh tersebut dilakukan di halte di Jalan Kramat Raya pada Kamis (21/1/2021) malam.

Aksi tak senonoh itu disaksikan dan direkam pengendara yang melintas, lalu viral di media sosial.

Keesokan harinya, polisi kembali menemukan MA di sekitar lokasi kejadian dan langsung menangkapnya.

Hingga kini polisi masih mendalami alasan MA berani berbuat tak senonoh di halte bus saat pengendara masih ramai melintas.

Berdasarkan pengakuan MA, ia bersedia memberi layanan oral seks kepada si pria karena diberi imbalan Rp 22.000.

Namun, MA mengaku tidak mengetahui identitas pria itu dan baru mengenalnya saat bertemu di halte tersebut.

"Ia mengaku baru kenal pria itu di TKP (tempat kejadian perkara)," kata Ewo.

Kendati berbuat tak senonoh dan dibayar, Ewo memastikan MA bukan PSK.

MA dijerat Pasal 281 KUHP tentang tindak pidana tak senonoh dengan ancaman kurungan 2 tahun 8 bulan penjara.

Sementara itu, pria yang berbuat tak senonoh dengan MA saat ini masih diburu polisi.

Video amatir yang merekam adegan tak senonoh itu sebelumnya viral di media sosial. Salah satunya diunggah oleh akun @info_jakartapusat, Jumat pagi.

Disebutkan bahwa aksi tak senonoh itu dilakukan di sebuah halte di Jalan Kramat Raya, tepatnya di depan SMKN 34 Jakarta.

Video itu tampak direkam oleh warga yang melintas dengan menggunakan sepeda motor.

Warga yang mengambil video itu sempat menegur pasangan tak senonoh tersebut.

"Pak, di hotel aja, Pak, di hotel, jangan di situ," teriak perempuan tersebut sambil melintas di depan halte.

Namun, pasangan itu tak acuh dan tetap melanjutkan aksi tak senonohnya.

halte di Jalan Kramat Raya, Senen, Jakarta Pusat. " />

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "6 Fakta Aksi Mesum di Halte Senen: Perempuan Dibayar Rp 22.000, Cuek Ditegur Warga"

 

Artikel ini telah tayang di suryamalang.com dengan judul 6 Fakta Sebenarnya Perempuan Layani Birahi Teman Lelaki di Halte Bus hingga Ditonton Pengguna Jalan, https://suryamalang.tribunnews.com/2021/01/26/6-fakta-sebenarnya-perempuan-layani-berahi-teman-lelaki-di-halte-bus-hingga-ditonton-pengguna-jalan?page=all.

Editor: Bebet Hidayat

Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved