Berita Nganjuk Hari Ini
Siswi SMK Nganjuk Jadi Mangsa Birahi Pacar, Kemudian Ajak 5 Cowok Menggilirnya Seusai Pesta Miras
Siswi SMK Nganjuk Jadi Pelampiasan Birahi Pacar, Kemudian Ajak 5 Cowok Menggilirnya Seusai Pesta Miras
Penulis: Achmad Amru Muiz | Editor: eko darmoko
SURYAMALANG.COM, NGANJUK - Enam cowok tega menyetubuhi siswi SMK asal Kecamatan Ngronggot, Kabupaten Nganjuk secara bergiliran.
Keenam tersangka yang sudah ditangkap Polres Nganjuk adalah AS (18), IR (19), dan ES (25) ketiganya Warga Desa Jatikalen Kecamatan Jatikalen.
Kemudian VUC (16), serta RE (14) keduanya warga Desa Ngepung Kecamatan Patianrowo Kabupaten Nganjuk, dan satu tersangka menjadi DPO alias buronan.
Kapolres Nganjuk, AKBP Harviadi Agung Prathama menjelaskan, kasus tersebut berawal dari korban berkomunikasi via WhatsApp (WA) dengan pacarnya atau tersangka AS.
Dalam Chatting WA tersebut berisi kalimat mesum di antara keduanya.
• Babak Baru Kasus Viral Cewek Cantik Puaskan Birahi Cowok di Halte Bus, Begini Nasib Penyebar Video
• Cinta Terlarang ASN Wanita & Cowok Selingkuhan Terbongkar saat Insiden Mobil Goyang, Begini Nasibnya
Selanjutnya tersangka meminta korban datang ke rumahnya di Desa Jatikalen Kecamatan Jatikalen Kabupaten Nganjuk.
"Keesokan harinya korban pamitan kepada orang tuanya untuk mengembalikan rapor ke Sekolah, dan setelah itu korban datang ke rumah pacarnya tersebut," kata Harviadhi dalam rilis kepada SURYAMALANG.COM Kamis (28/1/2021).
Sesampainya di rumah pacarnya tersebut, dikatakan Harviadhi, korban dan AS melakukan hubungan badan layaknya suami istri.
Waktu itu, di rumah tersebut juga ada lima orang laki-laki termasuk tersangka ES yang merupakan kakak kandung AS.
Tidak berapa lama, ungkap Harviadhi, tersangka AS bersama lima orang laki-laki yang berada di rumah itu menyiapkan rencana pesta minuman keras (miras) untuk memperdayai korban.
Dan korban pun akhirnya dipaksa untuk minum miras bersama.
Setelah semuanya sama-sama mabuk, menurut Harviadhi, tersangka AS kembali mengajak korban ke kamarnya dan menyetubuhi korban untuk melampiaskan birahi.
Selanjutnya secara bergiliran, lima orang laki-laki yang ada di rumah tersebut ikut menyetubuhi korban.
"Usai menyetubuhi korban, mereka pun membubarkan diri pulang ke rumahnya masing-masing,” tandas Harviadhi.
Kasus tersebut, dikatakan Harviadhi, dapat terungkap setelah orang tua korban mencari keberadaan korban setelah dari pagi usai pamit mengembalikan rapor tidak kunjung pulang hingga sore.