Pejabat RS UIT Makassar Diduga Terlibat Pemalsuan Surat Keterangan Rapid Test Antigen

Sekretaris RS UIT Makassar berinisial AH (39) diduga terlibat dalam pemalsuan surat hasil rapid test antigen.

Editor: Zainuddin
Shutterstock
Ilustrasi. 

SURYAMALANG.COM - Sekretaris RS UIT Makassar berinisial AH (39) diduga terlibat dalam pemalsuan surat hasil rapid test antigen.

Polisi menangkap AH di rumah keluarganya di Desa Kurusumaga, Kecamatan Tanralili, Kabupaten Maros, Minggu (31/1/2021) dini hari.

Terbongkarnya kasus ini bermula saat 18 calon penumpang gagal naik pesawat di Bandara Sultan Hasanuddin pada Kamis (28/1/2021).

18 calon penumpang itu terdiri dari 16 orang merupakan rombongan yang hendak ke Bali, satu orang hendak Surabaya, dan satu orang hendak ke Banjarmasin.

Petugas menduga 18 penumpang itu menggunakan surat rapid test antigen palsu.

Ternyata 18 orang menggunakan surat keterangan palsu yang dibuat AH.

AH menjual setiap lembar surat keterangan rapid test antigen berlogo RS UIT itu seharga Rp 200.000 sampai Rp 250.000.

AH memanfaatkan situasi terkait persyaratan penerbangan.

Tahu 18 orang itu gagal berangkat, AH kabur.

"AH sudah menjalani pemeriksaan. Sebentar lagi kasus ini akan digelar. Setelah kasus ini digelar perkara, nanti akan rilis," kata Iptu Asep Widianto, Kapolsek Bandara Senin (1/2/2021).

Asep belum tahu sudah berapa lama AH membuat surat keterangan palsu tersebut.

"Kami juga belum tahu dia beraksi sendirian atau ada orang lain yang membantunya," tuturnya.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Polisi Tangkap Pejabat RS UIT Pemalsu Surat Keterangan Rapid Test Antigen di Makassar", Klik untuk baca: https://regional.kompas.com/read/2021/02/01/08565271/polisi-tangkap-pejabat-rs-uit-pemalsu-surat-keterangan-rapid-test-antigen-di

Sumber: Kompas.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved