Breaking News
Rabu, 8 April 2026

Berita Malang Hari Ini

Fakultas Teknik Universitas Brawijaya (UB) Tambah 2 Profesor Baru

Fakultas Teknik Universitas Brawijaya (UB) tambah dua profesor baru, Prof Dr Eng Anindito Purnowidodo ST MEng dan Prof Ir Djarot B Darmadi MT PhD

Penulis: Sylvianita Widyawati | Editor: isy
UB
Universitas Brawijaya (UB) menambah dua profesor baru tahun ini. Mereka adalah Prof Dr Eng Anindito Purnowidodo ST MEng (kiri) dan Prof Ir Djarot B Darmadi, MT PhD (kanan) dari Fakultas Teknik. Mereka akan dikukuhkan Rabu (17/2/2021). 

SURYAMALANG.COM | MALANG - Universitas Brawijaya (UB) menambah dua profesor baru tahun ini.

Mereka adalah Prof Dr Eng Anindito Purnowidodo ST MEng dan Prof Ir Djarot B Darmadi MT PhD, keduanya dari Fakultas Teknik UB.

Pengukuhan mereka akan dilangsungkan di  gedung Widyaloka, Rabu (17/2/2021).

Keduanya adalah profesor ke-13 dan ke-14 di FT dan profesor aktif di UB yang ke-192 dan ke-193.

Anindito merupakan profesor pada bidang Ilmu Kekuatan Material.

Sedang Djarot pada bidang Ilmu Teknologi dan Pemodelan pengelasan Logam.

Dalam pengukuhan nanti, ia membawakan orasi ilmiah tentang 'Memprediksi Umur Komponen Meningkatkan Keamanan'. 

"Material-material itu diproduksi banyak produsen dengan dimensi variasi. Pasti ada cacatnya. Jika cacat diberi beban statis atau lebih kecil, tidak apa. Baru ada masalah jika beban lebih besar," kata profesor berambut panjang ini.

Kegagalan suatu komponen yang menerima beban dinamis disebabkan karena adanya inisiasi dan perambatan retak. 

Dikatakan, jika panjang retak ini mencapai panjang kritisnya, maka dapat menyebabkan kegagalan strukturnya.

Untuk mengevaluasi umur komponen dari suatu struktur, ada dua hal penting yang harus diperhatikan yaitu umur untuk inisiasi dan umur untuk perambatan retak.

Beberapa contoh kegagalan struktur ada di kehidupan sehari-hari. 

Seperti pada peralatan rumah tangga, dunia kesehatan hingga struktur besar seperti jembatan, pembangkit listrik dan kendaraan yang berisiko tinggi yakni pesawat.

Permasalahan yang dihadapi para insyinyur dalam memprediksi umur komponen dari suatu struktur adalah ketidakpastian perilaku rambat retak (konstan, tertunda atau akselerasi).

Sedang Djarot mengangkat tentang 'Simulasi Komputer sebagai Kontrol Intelektual Proses Pengelasan'.

Halaman 1/2
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved