Breaking News:

Berita Blitar Hari Ini

PNS di Kota Blitar Sukses Ternak Burung Puter Trah Juara, Omzet Puluhan Juta per Bulan

Pegawai negeri sipil (PNS) di Bagian Umum Sekretariat Daerah (Setda) Kota Blitar ini menghasilan omzet puluhan juta tiap bulan dari menangkar burung

SURYAMALANG.COM/Samsul Hadi
Dimas sedang mengecek burung puter pelung di kandang ternaknya, Jumat (19/2/2021). 

Meski bukan endemik Indonesia, burung puter menjadi burung khas di Nusantara terutama di Jawa.

Burung puter sudah dipelihara orang tua zaman dulu di Nusantara.

Puter pelung juga hasil persilangan dan menghasilkan mutasi suara anggunan yang khas.

Puter pelung memiliki suara anggungan panjang di bagian tengah yang membedakan dengan puter biasa.

"Puter pelung ini khas Indonesia. Kalau di luar burung puter mengalami mutasi warna, di sini (Indonesia) mengalami mutasi suara," ujar Dimas.

Dimas mulai menangkar burung puter pelung pada 2016. Awalnya, dia membeli satu pasang dan satu ekor burung puter.

Dimas tertarik dengan suara anggungan burung puter pelung. Selain itu, perawatan burung anggungan lebih mudah dibandingkan burung ocehan.

"Sebelumnya, saya berternak burung ocehan seperti kenari, lovebird, dan kacer. Karena kesibukan kantor, perawatannya kurang maksimal akhirnya banyak ruginya," katanya.

Menurutnya, perawatan burung puter lebih mudah dibandingkan burung ocehan. Untuk makan dan minum, dia biasa menggantinya tiap tiga hari sekali.

Makanan burung puter pelung juga hanya biji-bijian. Makanan utamanya milet putih kadang dicampur beras merah.

Halaman
1234
Penulis: Samsul Hadi
Editor: eko darmoko
Sumber: Surya Malang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved