Berita Batu Hari Ini

Langkah Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Batu Kurangi dan Pilah Sampah

Truk-truk pengangkut sampah di Kota Batu akan dijadwal untuk mengangkut sampah secara terpilah.

Penulis: Benni Indo | Editor: Zainuddin
Langkah Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Batu Kurangi dan Pilah Sampah
SURYAMALANG.COM/Benni Indo
Armada truk pengangkut sampah di TPA Tlekung, Kota Malang

LAPORAN : BENNI INDO

SURYAMALANG.COM, BATU - Truk-truk pengangkut sampah di Kota Batu akan dijadwal untuk mengangkut sampah secara terpilah.

Truk tidak bisa lagi asal mengangkut sampah lalu membawanya ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Tlekung. 

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Batu, Aries Setiawan mengemukakan, truk akan mengangkut sampah organik dan non organik.

Jadwal pengangkutan organik akan disusun pada Senk, Selasa dan Kamis. 

Sedangkan non organik pada Rabu dan Sabtu. Sedangkan sampah B3 diangkut pada Minggu. 

Sampah organik mendominasi di Kota Batu. Jumlahnya hingga 60 persen.

Per harinya, TPA Tlekung menampung rata-rata hingga 90 ton sampah per hari.

"Jadi misal ada sampah non organik, tetap tidak bisa diangkut kalau di hari Senin. Harus sesuai jadwal," tegas Aries, Minggu (28/2/2021).

DLH Batu telah menyesuaikan jadwal dengan jumlah armada pengangkut sampah.

Penjadwalan pengangkutan sampah juga didasarkan pada perhitungan prosentase jenis sampah yang dihasilkan penduduk Kota Batu.

Ia mengatakan, strategi baru berupa penjadwalan pengangkutan sampah akan diawali sejumlah tahapan hingga diimplementasikan secara menyeluruh di setiap desa/kelurahan. 

Dijelaskan Aries, langkah itu ia ambil sebagai upaya untuk meminimalisir dampak buruk sampah.

Katanya, masih banyak masyarakat yang belum sadar memilah sampah dari rumah. 

Kota Batu perlu merancang skema baru tata kelola persampahan untuk mengurangi volume sampah di TPA Tlekung. Sehingga DLH Kota Batu menyiapkan strategi baru.

"Target kami itu sampah berkurang 25 persen dalam RPJMD," paparnya.

Target pengurangan sampah 25 persen dicantumkan dalam Perwali Kota Batu Nomor 67 Tahun 2018. Regulasi itu mengatur kebijakan dan strategi daerah (jakstrada) pengelolaan sampah rumah tangga dan sejenis rumah tangga.

Perlu sistem tata kelola penanganan sampah agar target ini terwujud. Selain bisa mencapai target pengurangan sampah, juga bagaimana pengolahan sampah bisa memberi nilai ekonomi.

"Yaitu bagaimana sampah daur ulang bisa menjadi sumber ekonomi di masa pandemi," kata Aries.

Aries menargetkan, penjadwalan angkutan sampah ini bisa diterapkan secara menyeluruh di desa/kelurahan saat peringatan Hari Peduli Lingkungan Sedunia yang biasa diperingati pada 5 Juni nanti.

"Kami menyadari pasti ada pro kontra di tengah masyarakat karena ini tidak populis, namun tujuannya ini baik," imbuh dia.

Musyawarah Dua Desa

Di tempat terpisah, warga Desa Junrejo dan Tlekung menggelar musyawarah menyikapi pencemaran lindi dari TPA Tlekung.

Diskusi itu untuk menyelaraskan keinginan dan harapan agar ada penanganan pengelolaan sampah lebih serius dari Pemkot Batu. 

Musyawarah dihadiri tokoh masyarakat, pemuda, pemerhati lingkungan, Polri, dan TNI juga nampak hadir. 

Kepala Desa Tlekung, Mardi menjelaskan dia sengaja melibatkan banyak pihak untuk menampung keluhan warga akibat sampah di TPA Tlekung.

Selain bau yang timbul sejak adanya TPA, limbah lindi diketahui juga menjadi salah satu ancaman jangka panjang.

"Saya mengetahui sendiri sampah di TPA sejauh ini hanya ditimbun tidak ada pengelolaan dengan semestinya. Hingga akhirnya menyebarkan aroma bau yang tidak sedap saat musim kemarau."

"Ketika musim penghujan berganti limbah lindi yang jadi ancaman pada sumber mata air yang dimanfaatkan warga," keluhnya.

Melalui diskusi Mardi berharap niat baik kedua desa bisa terakomidir serta segera direspon dari dinas terkait yaitu Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Batu.

Bila tidak ia bersama masyarakat sepakat akan bersikap lebih tegas. 

"Bukannya kami menentang pemerintah atau ingin membangkang. Semua ini demi kepentingan warga dan hajat hidup orang banyak.Maka kami yang menjadi tumpuan jeritan warga setempat," ucap Mardi.

Kades Junrejo, Andi Faizal berharap melalui musyawarah itu masyarakat juga turut sadar akan pentingnya memilah sampah dari rumah.

Ia juga berharap Pemkot Batu bisa memiliki solusi yang baik untuk menghindari pencemaran secara berkelanjutan dan dalam tempo jangka panjang.

"Pemerintah harus adil dengan memperhatikan keinginan desa. Apalagi ini berdampak pada sektor kesehatan dan lingkungan masyarakat baik jangka pendek atau jangka panjang," bebernya.

Sumber: Surya Malang
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved