Berita Malang Hari Ini

Adukan Idris Al Marbawy ke Polisi, LTN NU Kabupaten Malang: 'Sikapnya Tak Mencerminkan Seorang Gus'

Lembaga Ta'lif wan Nasyr Nahdlatul Ulama (LTN NU) Kabupaten Malang mengadukan Idris Al Marbawy alias Gus Idris ke Polres Malang

Penulis: Mohammad Erwin | Editor: isy
erwin wicaksono/suryamalang.com
Lembaga Ta'lif wan Nasyr Nahdlatul Ulama (LTN NU) Kabupaten Malang mengadukan Gus Idris ke Polres Malang pada Senin (8/3/2021). Alasan LTN NU membuat pengaduan karena jengah dengan sikap Gus Idris. 

Berita Malang Hari Ini
Reporter: Erwin Wicaksono
Editor: Irwan Sy (ISY)

SURYAMALANG.COM | MALANG - Protes masyarakat Kabupaten Malang terhadap konten video bikinan Idris Al Marbawy alias Gus Idris terus mengalir.

Terbaru, Lembaga Ta'lif wan Nasyr Nahdlatul Ulama (LTN NU) Kabupaten Malang mengadukan Gus Idris ke Polres Malang, Senin (8/3/2021).

Alasan LTN NU membuat pengaduan karena jengah dengan sikap Gus Idris.

"Kami NU Milenial ini merasa cukup terganggu atas sikap-sikap dan perilaku yang mengatasnamakan istilah yang melekat di NU ini harus segera ditertibkan. Sedikit-sedikit pakai nama Gus, namun sikapnya tidak mencerminkan seorang Gus," beber Sekretaris LTN NU Kabupaten Malang, Zulham Ahmad Mubarak seusai menyampaikan pengaduan.

Zulham berpendapat jika tidak sembarang orang bisa dipanggil Gus.

Ia menilai panggilan Gus mempunyai filosofi yang mendalam yang meliputi keilmuan dan kesejarahan.

Menurut Zulham, Idris Al Marbawy tidak pantas menyandang identitas Gus.

"Kami perjelas bahwa Mas Idris (Idris Al Marbawy) ini bukan dari kalangan keluarga Kiai atau bagi kami kalangan NU layak disebut Gus. Tolonglah berhenti menggunakan kalimat Gus untuk aktivitas yang bagi kami tidak sesuai dengan harokahnya," jelas Zulham.

Terakhir, Zulham berharap kepada Polres Malang untuk segera mengusut tuntas video hoaks penembakan ala Idris tersebut.

"Apalagi yang bersangkutan (Idris) ini sudah terbukti memalsukan insiden penembakan. Karena seakan-akan dalam video itu ada ulama yang tertembak atau tokoh publik yang tertembak. Ini tidak bagus, karena kenyataannya tidak ada," tutupnya.

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved