Berita Surabaya Hari Ini
Bandar Sabu Beber 'Jatah Preman' untuk Oknum Polisi di Surabaya, Cukup Setor Rp 500 Ribu per Bulan
Bandar sabu itu, Usman, menyebut ia cukup membayar Rp 500 ribu hingga Rp 1,5 juta secara rutin pada oknum polisi supaya bisnis terlarangnya aman.
Polisi juga menyita satu mobil Honda Brio, Mitsubishi Outlander, dan motor vespa terbaru.
Selain itu, polisi juga menangkap Taufik alias Opek (40) warga Jalan Bolodewo, Surabaya.
Opek ini bertugas sebagai kurir di bawah tersangka Usman.
Usman dalam penyidikan mengaku memberikan sejumlah uang pada sejumlah oknum polisi.
"Kami juga sita sepucuk senjata api mereka, Baikal Makarov yang dibelinya secara online dengan harga 16 juta. Ini asli senpi, " kata Memo.
Sementara polisi, meragukan keterangan tersangka terkait pembelian unit senjata api. Karena senjata api tersebut tidak bisa dengan mudah dipasarkan dan dibeli warga sipil.
"Kami meragukan keterangannya. Ini masih kami dalami lagi, " ungkapnya.
Kepada polisi, Usman mengaku, ia memberikan uang ke beberapa oknum polisi.
Ada yang Rp 500 ribu hingga Rp 1,5 juta per bulan. Penyerahannya uang tersebut biasa dilakukan di sekitar parkiran sekitar Pegirian. Mereka bertemu di dekat sekolahan.
"Saya serahkan di sana, sudah berjalan enam bulan. Beda-beda nominalnya. Untuk japrem (jatah Preman), " aku tersangka.
Kapolrestabes Surabaya Kombes Pol J.E. Isir menegaskan akan merekomendasikan hukuman berat.
Hukum berat dinilai layak dan sesuai dengan porsi para oknum polisi yang terlibat melindungi bandar narkoba bernama Ali Usman asal Jalan Pragoto Surabaya.
Isir menyebut jika proses kode etik oknum polisi itu, kini dalam pemeriksaan di Bidpropam Polda Jatim setelah ditemukan indikasi menerima setoran dari bandar sabu.
"Ini berawal dari ungkap Satresnarkoba Polrestabes Surabaya. Hasil penyidikan ada beberapa oknum dari Polrestabes Surabaya yang kemudian juga Divpropam mendalami keterlibatan oknum polisi dengan cara menerima sejumlah uang dari seorang bandar narkoba," kata Isir, Selasa (9/3/2021).
Disinggung soal informasi adanya oknum polisi berpangkat perwira, Isir secara tegas tidak peduli jika mereka terbukti bersalah.