Breaking News:

Berita Batu Hari Ini

Kasus 2 Mahasiswa UIN Malang Meninggal Dunia Naik ke Penyidikan Polres Batu

Proses hukum kasus kematian dua mahasiswa Universitas Islam Negeri (UIN) Malik Ibrahim Malang naik dari penyelidikan ke penyidikan.

Penulis: Benni Indo | Editor: isy
benni indo/suryamalang.com
Kasatreskrim Polres Batu, AKP Jeifson Sitorus. 

Berita Batu Hari Ini
Reporter: Benni Indo
Editor: Irwan Sy (ISY)

SURYAMALANG.COM | BATU - Proses hukum kasus kematian dua mahasiswa Universitas Islam Negeri (UIN) Malik Ibrahim Malang naik dari penyelidikan ke penyidikan.

Kasatreskrim Polres Batu, AKP Jeifson Sitorus, menjelaskan pihaknya menaikan status itu pada Selasa (9/3/2021).

"Benar sejak kemarin sudah meningkatkan status penanganan laporan ini dari tahap penyelidikan ke penyidikan," katanya, Rabu (10/3/2021).

Kenaikan status itu dilakikan setelah memintai keterangan dari 35 lebih saksi.

Beberapa di antaranya terdiri atas panitia dan pihak universitas, termasuk masyarakat sekitar lokasi kejadian. 

Polisi juga melakukan pemeriksaan pada bagian Kemahasiswaan UIN, termasuk melakukan koordinasi dengan tenaga medis tempat dua jenasah dirawat yakni dari Puskesmas Karangploso dan RS Karsa Husada.

"Kami sedang melakukan koordinasi dengan pihak rumah sakit dan Puskesmas yang melakukan pertolongan pertama terhadap kematian dua korban. Sampai saat ini, kami belum menerima secara pasti laporannya," katanya.

Polisi berencana melakukan otopsi setelah kasusnya naik ke tahap penyidikan.

Namun dikatakan Jeifson, proses otopsi akan melalui persetujuan keluarga.

Pasalnya, keluarga sempat menolak untuk otopsi.

"Proses penegakan hukum, bisa lakukan otopsi tetapi kami tidak ingin menambah kesedihan dari keluarga korban. Maka nanti kami minta persetujuan, jangan sampai upaya hukum yang dilakukan memberikan duka yang mendalam kepada keluarga korban," paparnya.

Sejak awal polisi melakukan penanganan, pihak keluarga korban sudah membuat surat penolakan dilakukan otopsi.

Kalau misalnya diijinkan kembali, polisi akan melakukan otopsi. 

"Sekarang ini kami lakukan penyidikan sehubungan dengan Pasal 359 terkait dugaan adanya tindakan pidana kelalaian dari pihak-pihak tertentu yang menyelenggarakan kegiatan ini," ungkapnya. 

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved