Breaking News:

Nasional

Varian Lama Belum Sirna, Kini Muncul Varian Virus Corona Baru B117 dan N439K, Resiko Kematian Tinggi

Varian Lama Belum Sirna, Kini Muncul Varian Virus Corona Baru B117 dan N439K, Resiko Kematian Tinggi

Editor: eko darmoko
SHUTTERSTOCK/PETERSCHREIBER MEDIA
Ilustrasi Virus Corona B.1.1.7 

SURYAMALANG.COM - Genderang perang oleh virus corona masih nyaring menyerang umat manusia di Planet Bumi; belum ada ujung ihwal pandemi Covid-19.

Bahkan, kini muncul 'adik-adik' virus corona yang disebut memiliki resiko kematian lebih tinggi.

'Adik-adik' ini disebut varian virus corona B.1.1.7 yang dapat meningkatkan kematian 64 persen lebih tinggi dibanding varian lama, SARS-CoV-2.

Dikutip SURYAMALANG.COM dari Kompas.id, fakta itu terbukti dari hasil studi yang dilakukan oleh British Medical Journal pada 10 Maret 2021.

Studi itu dipimpin oleh ahli pemodelan dari University of Exeter, Robert Challen dan Epidemiolog asal University of Bristol, Leon Danon.

Penelitian tersebut membandingkan tingkat kematian antara orang yang terinveksi Covid-19 varian B.1.1.7 dan varian SARS-CoV-2.

Para peneliti menemukan varian baru yakni B.1.1.7 menyebabkan 227 orang meninggal dari 54.906 pasien.

Jumlah ini lebih tinggi dibandingkan infeksi Covid-19 varian SARS-CoV-2 yang membuat 114 pasien meninggal.

Challen bersama timnya menyimpulkan bahwa varian baru virus corona ini meningkatkan risiko kematian mencapai 32-104 persen atau rata-rata sekitar 64 persen.

Dalam kelompok populasi yang dikaji, risiko kematian itu meningkat dari 2,5 menjadi 4,1 kemarian setiap 1.000 kasus.

Halaman
1234
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved