Breaking News
Selasa, 14 April 2026

RTM dan PVT Tinggal di Kos, Video Panasnya Diunggah di Situs Luar Negeri Tapi Dibayar Sedikit

Tinggal di Kos, RTM dan PVT Dibayar Dolar Bitcoin Hasil Kiriman Video Porno, Tapi Bayarannya Sedikit

Editor: Adrianus Adhi
Istimewa
Capture video panas yang viral di media sosial 

SURYAMALANG.com - Ada banyak fakta baru yang polisi temukan dari tersangka RTM dan PVT, sejoli asal Bogor yang membuat film porno yang kemudian videonya menjadi heboh Indonesia.

Di antara fakta baru itu diketahui kalau pasangan ini sudah memproduksi sebanyak 26 film biru sejak November 2020. Dari sejumlah video itu, pasangan ini mendapat uang yang sangat sedikit, yakni sekitar 19,5 juta. 

"Jadi Pornhub memberikan dalam bentuk dolar, lalu masuk ke akun yang lain, lalu ditransfer lagi dalam bentuk rupiah.

Dan hanya kurang lebih 15 menit dalam proses transfernya.

Dari Dollar berubah ke Bitcoin, kemudian berubah lagi menjadi rupiah," kata Kabid Humas Polda Jabar Kombes Pol Erdi Ardimulan Chaniago membeberkan cara pemeran pria dan wanita itu mendulang keuntungan dengan membuat sejak November 2020 lalu di Mapolda Jabar, Jumat (19/3/2021).

"Mereka mendapat keuntungan dari setiap tayangan atau viewers. Dari hasil pemeriksaan, mereka membuat video sejak November 2020.

Dan dari bulan itu, mereka mendapat keuntungan kurang lebih 19,5 juta," tambah Erdi.

Selain itu, mereka juga diketahui kalau selama ini tinggal di kos-kosan, di wilayah Cibinong, Kabupaten Bogor sampai kemudian Subdit Siber Ditreskrimsus Polda Jabar, Kamis (18/3/2021).

5 Fakta Kasus Video Panas Bogor

Berikut 5 fakta terkait kasus video panas di hotel Bogor, sebagaimana dikutip Tribunnews.com dari Tribun Jabar dan Tribunnews Bogor:

1. Kerjasama untuk buat konten asusila

Mengutip dari Tribun Jabar, Rtm dan Pvt sengaja memproduksi konten asusila dengan merekam sendiri.

"Keduanya ini sepasang kekasih yang sengaja kerjasama untuk membuat konten asusila," kata Kabid Humas Polda Jabar, Kombes Erdi A Chaniago di Mapolda Jabar, Jumat (19/3/2021).

Erdi menjelaskan, video yang telah mereka rekam tersebut kemudian dijual kepada situs yang menyediakan konten pornografi.

"Mereka sudah memproduksi konten porno sejak November 2020 yang seluruhnya diunggah di Pornhub dengan cara dijual," ujar dia.

Halaman 1/3
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved