Jendela Dunia
Kapal 'Mogok' yang Bikin Macet Terusan Suez Bisa Dipindahkan ke Selat Sunda, Lelucon untuk Hiburan
Kapal 'Mogok' yang Bikin Macet Terusan Suez Bisa Dipindahkan ke Selat Sunda, Lelucon untuk Hiburan
Ferdinand de Lesseps lalu membentuk tim insinyur dari berbagai negara untuk membangun Terusan Suez, dan proyeknya dimulai pada April 1859.
Awalnya pembangunan Terusan Suez memakai tenaga kerja paksa dari Afrika dengan jumlah sekitar 1,5 juta orang, tetapi kabarnya puluhan ribu pekerja meninggal karena kolera dan lain-lain.
Pembangunan Terusan Suez lalu dipercepat dengan beberapa pekerja Eropa dan mesin penggali.
Ferdinand de Lesseps dan dan Perusahaan Terusan Suez membuat sekop serta mesin keruk bertenaga uap dan batubara.
Kemajuan pesat pun dialami proyek ini dalam dua tahun konstruksi terakhir.
Konstruksi dimulai dari ujung paling utara Pelabuhan Said, yang penggaliannya memakan waktu 10 tahun.
Penguasa Mesir kala itu, Ismail Pasha, membuka Terusan Suez pada 17 November 1869.
Kapal pertama yang melintas adalah yacht Ratu Perancis Eugenie, L'Aigle.
Akan tetapi menurut HMS Newport, kapal Angkatan Laut Inggris sebenarnya adalah yang pertama masuk saat Terusan Suez dibuka.
Dengan adanya Terusan Suez yang lurus sepanjang 193 kilometer ini, kapal-kapal Eropa tidak perlu mengelilingi pesisir barat Afrika untuk bisa berlayar ke Asia.
Dengan demikian, manfaat Terusan Suez bagi dunia adalah meningkatkan efektivitas dan efisiensi pelayaran internasional.
Kemudian Terusan Suez berada di negara Mesir, manfaatnya bagi negara itu untuk meningkatkan kedudukan geopolitis di mata internasional.
Mesir pun memperoleh pendapatan negara yang besar dari operasional Terusan Suez.
Demikian sejarah Terusan Suez menghubungkan antara Laut Tengah dan Laut Merah.
Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul Sejarah Terusan Suez, Menghubungkan antara Laut Tengah dan Laut Merah
Berita terkait Terusan Suez