Breaking News:

Video Cara Hubungan Suami Istri yang Baik dan Benar Menurut Islam, Calon Pengantin Wajib Tahu!

Islam mengatur segala hal, termasuk cara hubungan suami istri yang baik dan benar menurut Islam juga diajarkan.

craveonline.com
Ilustrasi Video Cara Hubungan Suami Istri yang Baik dan Benar Menurut Islam, Calon Pengantin Wajib Tahu! 

بِسْمِ اللهِ اَللّهُمَّ جَنِّبْنَا الشَّيْطَانَ وَجَنِّبِ الشَّيْطَانَ مَا رَزَقْتَنَا

“Dengan menyebut nama Allah. Ya Allah jauhkanlah kami dari setan. Dan jauhkan setan dari apa-apa yang Engkau karuniakan kepada kami (anak keturunan)."

Pada umumnya, berhubungan intim bukan saja serta merta bertujuan menyalurkan nafsu.

Sebagai fitrah, berhubungan intim adalah cara umat manusia melanjutkan peradaban.

Maksud dalam hal ini adalah menghasilkan keturunan yang baik.

Oleh karena itu, ketika berhubungan intim tak sembarang dilakukan karena nafsu semata.

Seorang hamba suami istri juga dianjurkan memanjatkan doa sebelum dan sesudah berhubungan intim agar keturunan kelak diberi perlindungan dari syaitan.

Berikut doa-doa ketika berhubungan intim:

Doa bersetubuh ketika mengeluarkan mani

Ketika mengeluarkan ari mani juga harus berdoa agar air mani yang dikeluarkan bisa memberikan keturunan yang baik.

Adapun doa ketika mengeluarkan air mani yaitu:

اَللّهُـــمَّ اجْعَــلْ نُطْفَتَــنَا ذُرّ ِيَّةً طَيِّــبَةً

“Allahummaj’alnuthfatna dzurriyyatan thayyibah”.

Artinya: “Ya Allah, semoga sperma yang kami keluarkan bisa menghasilkan keturunan yang baik,”

Baca juga: Belum Apa-apa Nia Ramadhani Sudah Gak Mau Lihat Anaknya Nikah, Peringatkan Hal Ini ke Laki-laki

Doa bersetubuh setelah selesai berhubungan intim

Setelah selesai berhubungan intim, suami dan istri juga mengucapkan hamdalah.

Seperti kegiatan umum lainnya, hamdalah dimaksudkan untuk mengungkapkan rasa syukur kepada Allah SWT karena telah diberi kenikmatan.

Berikut bacaan doa setelah berhubungan intim suami istri

اَلْحَمْدُ ِللهِ الَّذِيْ خَلَقَ مِنَ المْـَــاءِ بَشَـــرًا

"Alhamdu lillaahi Lladzii Khalaqa Minal Maa I Basyaraa"

Artinya : “Segala puji bagi Allah yang telah menjadikan air mani ini menjadi manusia (keturunan).”

Dengan memanjatkan doa-doa ini, semoga anak yang lahir dari buah percintaan bisa menjadi anak yang soleh dan takwa kepada Allah SWT.

4. Dilarang lewat dubur

Dalam syariat, bercinta juga harus dilakukan secara baik dan benar.

Rasulullah SWT melarang menyetubuhi bukan pada tempatnya (Farji) bukan yang lain (dubur/anal).

Hal ini sebagaimana dikutip dari hadis riwayat Tirmidzi dan Nasa’i.

Rasulullah SAW bersabda: "Allah tidak akan melihat orang yang menyetubuhi seorang laki-laki atau isterinya pada bagian dubur." (HR. Tirmidzi dan Nasa’i).

5. Dilarang menyebarkan rahasia ranjang

Dalam syariat Islam, berhubungan intim merupakan aib yang hanya disimpan untuk pribadi masing-masing.

Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda yang artinya, "Sesungguhnya diantara manusia yang paling buruk kedudukannya di sisi Allah pada hari kiamat adalah laki-laki yang mendatangi istrinya dan istrinya memberikan kepuasan kepadanya, kemudian ia menyebarkan rahasianya."" (HR. Muslim dari sahabat Abu Sa'id Al Khudri radhiyallaahu 'anhu)

6. Boleh bermacam gaya

Rupanya tidak ada larangan melakukan berbagai gaya bercinta.

Selama hal itu dilakukan semestinya dan pada tempatnya dan baik dilakukan.

Hal ini boleh dilakukan agar pasangan suami istri tak merasa jenuh dan menikmati bercinta.

Sebagaimana hal ini juga dijelaskan dalam Al Quran dalam Surat Al Baqarah: 223.

نِسَاؤُكُمْ حَرْثٌ لَكُمْ فَأْتُوا حَرْثَكُمْ أَنَّىٰ شِئْتُمْ ۖ وَقَدِّمُوا لِأَنْفُسِكُمْ ۚ وَاتَّقُوا اللَّهَ وَاعْلَمُوا أَنَّكُمْ مُلَاقُوهُ ۗ وَبَشِّرِ الْمُؤْمِنِينَ

“Isteri-isterimu adalah (seperti) tanah tempat kamu bercocok tanam, Maka datangilah tanah tempat bercocok-tanammu itu bagaimana saja kamu kehendaki. dan kerjakanlah (amal yang baik) untuk dirimu, dan bertakwalah kepada Allah dan ketahuilah bahwa kamu kelak akan menemui-Nya. dan berilah kabar gembira orang-orang yang beriman.”

Dilansir dari tafsir Al Mukhtashar, yang dimaksud tempat bercocok tanam adalah umama.

Bahwa seorang sitri adalah mereka yang melahirkan anak keturunan.

Sehingga mereka adalah tempat menghasilkan buah hati.

Maka perlakukan istri (sebagai tempat ladang) untuk mengelabui dan menyuburkan istri secara baik pula.

Dalam hal ini pun adalah beramal untuk melakukan kebajikan-kebajikan, dengan cara seorang suami menggauli istrinya dengan niat beribadah kepada Allah dan berharap mendapatkan keturunan yang saleh.

Kemudian suami istri bertakwa kepada Allah dengan menjalankan perintah-perintah-Nya dan menjauhi larangan-larangan-Nya.

Nah, demikian itulah beberapa amalan adab dan doa-doa yang dibaca ketika berhubungan intim sesuai ajaran Rasulullah SAW.

Berikut Gaya Hubungan Suami Istri yang Dilarang Agama Islam

Bagaimana Gaya Hubungan Suami Istri yang Dilarang Agama Islam dan bagaimana pula gaya hubungan suami istri yang baik dan benar?

Jawaban terbaik dari pertanyaan ini sebenarnya paling baik jika dijawab dari Al-Qur'an dan hadis Nabi, dan juga dari pendapat ulama masyhur.

Pada dasarnya, dengan gaya apa saja boleh asal masuknya sesuai dengan yang diatur, yaitu tidak boleh lewat dubur, harus lewat qubul.

Jika itu dilanggar maka laknat bagi pelakunya dan resiko kesehatan juga akan sangat mungkin diderita bagi pelakunya.

Siapa yang tau kisah kelahiran Dajjal?

Tahukah kamu kalau ia lahir dari hasil bersetubuh lewat dubur / pantat dan dilakukan pada saat ibunya lagi haid. Nah, jadinya seperti itu.

Semoga kita semua terlindungi dari keburukan ini.

Pada dasarnya aturan Islam sudah sangat jelas, cangkullah dengan cara apa saja ladangmu, tapi lakukan di satu tempat saja.

Mau dengan gaya apa saja boleh asal aturan itu dijalankan. Bukan apa, karena kesehatan kamu sendiri.

* video hubungan suami istri yang baik dan benar menurut Islam

Editor: Bebet Hidayat
Sumber: Surya Malang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved