Berita Malang Hari Ini
Yayasan Dana Kemanusiaan Kompas (DKK) Bantu Sanitasi di Malang
Yayasan Dana Kemanusiaan Kompas (DKK) membantu warga untuk membangun sanitasi aman dan sehat di Kota Malang.
"Itu sebabnya, kami bekerjasama dengan pihak-pihak swasta seperti Yayasan DKK ini untuk mewujudkan sanitasi aman dan sehat bagi warga,” kata Laksmi.
Laksmi menjelaskan, Yayasan DKK membantu senilai Rp 240 juta untuk membangun 60 jamban di Kelurahan Sukun dan Kelurahan Tunjung Sekar.
Model bantuannya adalah DKK membantu 50 persen biaya pembangunan jamban, sedangkan 50 persen lainnya diangsur oleh warga penerima manfaat.
Uang hasil angsurannya kemudian digunakan lagi untuk membangun jamban bagi tetangga sekitar yang belum memiliki jamban sehat.
“Ini salah satu bentuk kami mengajarkan kemandirian, dan tidak sekedar bantuan 100 persen. Dengan model pemberdayaan seperti ini, harapannya, warga penerima manfaat akan lebih bisa menjaga dengan baik,” katanya.
Wali Kota Malang Sutiaji menyambut baik dan berterima kasih atas dukungan DKK dan keterlibatan USAID IUWASH Plus untuk kegiatan sanitasi sehat di Kota Malang.
Ia berharap, pilot project pada dua kelurahan itu akan terus berkembang ke tempat lain.
“Kolaborasi lembaga kemasyarakatan di tingkat kelurahan perlu diupayakan terus secara masif. Kolaborasi dengan pihak swast juga terus diupayakan."
"Ketika kolaborasi dirajut baik, maka saya punya keyakinan bahwa, terciptanya masyarakat madani akan bisa terwujud,” kata Sutiaji.
Kerja sama banyak pihak tersebut, menurut Sutiaji, sudah menjadi roh pembangunan di Kota Malang.
“Kerja sama pentahelix bukan isapan jempol saja di Kota Malang, tetapi benar-benar terealisasi di masyarakat. Kami akan terus mendukung kegiatan-kegiatan pemberdayaan masyarakat seperti ini,” kata Sutiaji.
Sutiaji berharap masyarakat penerima manfaat sanitasi sehat tersebut nantinya akan bisa memanfaatkan dan menjaganya dengan baik.
“Kami mengucapkan terima kasih atas program ini. Semoga akan menerus dan akan kami tularkan. Pesan saya, membangun itu susah tapi lebih susah merawat dan menjaga keberlangsungan serta berkelanjutannya."
"Itu sebabnya, proses setelah ini juga harus kita kawal. Ini amal jariyah yang pahalanya akan mengalir terus,” katanya.
Adapun mewaliki masyarakat pengguna, Koordinator BKM Sukun Jaya Petrus Apriliyanto mengatakan, bahwa Sukun merupakan salah satu kecamatan padat penduduk di Kota Malang.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/suryamalang/foto/bank/originals/ketua-dkk-tomy-trinugroho-regional-manajer-usaid-iuwash-plus-laksmi-cahyaniwat.jpg)