Breaking News:

Ramadan 2021

Tips Posisi Tidur Jika Sudah Tak Kuat Menahan Kantuk Setelah Sahur Ramadan, Simak Juga Bahayanya

Inilah tips posisi tidur setelah sahur Ramadan jika sudah tidak kuat menahan kantuk. Serta bahanya jika tidur setelah sahur.

Tribunnews
Ilustrasi tidur setelah makan sahur 

SURYAMALANG.COM -  Inilah tips posisi tidur setelah sahur Ramadan jika sudah tidak kuat menahan kantuk. 

Namun, perlu diketahui jika tidur setelah sahur ternyata memiliki beberapa bahaya terutama di bulan Ramadan yang dilakukan 1 bulan penuh.

Menurut ahli, ada beberapa bahaya tidur setelah sahur bagi kesehatan yang beresiko menimbulkan penyakit. 

Jika sudah tidak bisa menahan kantuk, ikuti juga tips posisi tidur setelah sahur di akhir ulasan ini. 

Dokter spesialis penyakit dalam di Primaya Hospital Tangerang, dr Vivien Maryam SpPD, mengatakan kondisi tidur setelah makan bisa memicu penyakit Gerd (Gastroesophageal Reflux Disease).

"Jangan tidur sesaat setelah makan (termasuk makan sahur). Hal tersebut bisa menimbulkan GERD," kata Vivien dikutip dari Kompas.com artikel 'Tidur Usai Sahur Bisa Picu Gerd, Begini Tips Menghindarinya'.

Ilustrasi tidur setelah sahur
Ilustrasi tidur setelah sahur (Canva.com)

Gerd adalah penyakit asam lambung yang saat ini trennya semakin meningkat di masyarakat.

Dijelaskan Vivien, makanan yang sudah tertelan masuk ke lambung akan kembali ke saluran esofagus jika kita dalam posisi terbaring sesaat setelah makan.

Hal tersebut dapat megakibatkan heart burn yaitu rasa panas di dada akibat asam lambung yang naik ke wilayah esofagus dan bahkan dapat menyebabkan tenggorokan kering dan serak akibat asam lambung.

"Jika ingin tidur setelah makan, sebaiknya lakukan 2 jam setelah makan," ujar dia.

Hal yang sama juga disampaikan spesialis penyakit dalam dari RS Pondok Indah di Puri Indah, dr Imelda Maria Loho, SpPD.

Imelda menuturkan, ketika kita langsung tidur setengah atau satu jam setelah sahur, makanan yang baru saja dikonsumsi masih dicerna di dalam lambung.

Pada sebagian orang, kondisi tersebut dapat memicu munculnya gejala refluks asam lambung sebagai berikut:

- Dada terasa panas

- Sering bersendawa

- Mulut asam

- Gejala tidak khas seperti batuk

Tata Cara Hubungan Suami Istri saat Bulan Ramadan dan Hukum Membayar Denda Jika Melanggar

Daftar 7 Menu Buka Puasa Cocok Untuk Penderita Diabetes, Bisa Jadi Pilihan Selama Bulan Ramadan

  • Tips tidur setelah sahur

Jika Anda tak bisa menahan kantuk, Imelda memberi beberapa tips jika ingin tidur usai sahur agar puasa tetap nyaman tanpa muncul gejala GERD.

Beberapa tips yang bisa dilakukan adalah:

1. Posisi kepala agak tinggi

Tidur setelah sahur dapat dilakukan dengan posisi kepala yang agak tinggi, misalnya dengan menggunakan dua atau tiga bantal agar posisi kerongkongan lebih tinggi dari lambung.

2. Hindari makanan berlemak

Upayakan menghindari mengonsumsi makanan yang berlemak tinggi.

Di antaranya seperti makanan yang digoreng, makanan yang banyak mengandung mentega, keju, dan daging olahan ketika sahur.

Dengan tidak mengonsumsi makanan berlemak, kita membantu proses pengosongan lambung berjalan lebih cepat.

Apabila gejala Gerd tetap muncul setelah kita melakukan dua tips tersebut, Imelda menyarankan agar penderitanya bisa mengonsumsi obat-obat penekan asam lambung sebelum sahur dan sebelum berbuka.

"Tentunya setelah berkonsultasi dengan dokter umum atau dokter spesialis penyakit dalam terlebih dahulu," kata Imelda kepada Kompas.com 29 April 2020.

3 Bacaan Wirid dan Doa Bulan Ramadan dari Habib Umar bin Hafiz, Lengkap Tulisan Arab, Latin dan Arti

Niat Sholat Dhuha Beserta Doa yang Dibaca, Waktu dan Keutamaanya, Amalan untuk Bulan Ramadan

  • Makanan yang sebaiknya tidak dipanaskan lagi untuk sahur

Selain bahaya tidur setelah sahur, mengetahui makanan yang tidak boleh dipanaskan kembali untuk sahur juga penting untuk kesehatan.

Pasalnya, jika makanan tersebut nekat dipanaskan,maka nutrisinya bisa berubah jadi racun.

Nah, apa saja makanan tersebut?

Dikutip dari TribunStyle.com artikel 'Jangan Panaskan Kembali Menu Sahur Ini, Malah Jadi Racun Tubuh' simak ulasan lengkapnya:

1. Bayam

Sayur bayam kaya akan nutrisi dan sangat bagus bagi pencernaan.

Bayam mengandung dua nutrisi yang baik bagi tubuh, yakni nitrat dan zat besi.

Namun, perlu untuk diperhatikan bahwa bayam tidak boleh dimasak hingga dua kali.

Nitrat bisa berubah menjadi nitrit, zat yang memicu terjadinya kanker, jika dipanaskan berulang kali atau berlebihan.

2. Kentang

Kentang merupakan makanan yang kaya akan karbohidrat dan bisa dikonsumsi sebagai pengganti nasi.

Makanan ini juga sering disebut sebagai solusi bagi mereka yang menjalani program diet.

Nah, ada satu hal yang perlu diperhatikan, yaitu hindari memanaskan kembali kentang yang sudah dimasak.

Kentang yang dipanaskan lalu dibiarkan dingin akan menjadi tempat pertumbuhan bakteri C. botulinum.

Bakteri tersebut bisa mengakibatkan keracunan yang dinamakan Botulisme.

Gejalanya antara lain sulit menelan, sulit bicara, lemah, hingga pandangan kabur.

3. Jamur

Makanan yang tidak boleh dipanaskan lebih dari satu kali selanjutnya adalah jamur.

Jika ingin menyantap jamur selagi hangat, lebih baik memakannya sesaat ketika selesai dimasak.

Struktur protein jamur akan berubah menjadi senyawa berbahaya jika dipanaskan berulang kali.

Selain perubahan rasa dan kehilangan gizi, memakan jamur yang dipanaskan ulang bisa menyebabkan masalah pencernaan.

4. Telur

Siapa sangka, telur juga salah satu makanan yang tidak boleh dipanaskan lebih dari sekali.

Memanaskan telur yang sudah matang bisa mengubahnya menjadi racun yang menyebabkan masalah pencernaan.

5. Masakan Bersantan

Orang Indonesia memang sangat gemar dengan makanan yang mengandung santan.

Makanan bersantan sangat identik dengan masakan Padang di mana rendang disebut sebagai makanan terenak di dunia.

Namun, perlu diketahui bahwa mengonsumsi makanan santan terlalu sering juga tidak baik bagi kesehatan.

Hindari pula memanaskan makanan bersantan berulang kali.

Hal itu dikarenakan lemak santan akan berubah menjadi lemak jahat yang memicu peningkatan kadar kolesterol dalam tubuh.

Penulis: Frida Anjani / SURYAMALANG.COM

Ikuti Berita Terkait Ramadan 2021 Lainnya.

Penulis: Frida Anjani
Editor: Adrianus Adhi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved