Breaking News:

Berita Malang Hari Ini

PSK Cantik Usia 21 Tahun Mangkal di Jalan Pajajaran Kota Malang, Datang dari Sidoarjo Berburu Rupiah

PSK Cantik Berusia 21 Tahun Mangkal di Jalan Pajajaran Kota Malang, Datang dari Sidoarjo Berburu Rupiah

Satpol PP Kota Malang
PSK berinisial N jual diri saat Ramadan 2021, diamankan Satpol PP Kota Malang. 

Saat beraksi, AS menggunakan pakaian seragam polisi lengkap dengan pangkat.

Tujuannya untuk meyakinkan para korban yang jadi target.

"KS dan ST perannya sebagai sopir anak buah AS. Mereka tunggu di mobil," kata Yusri.

Setidaknya sudah ada dua PSK yang menjadi korban pemerasan AS dengan bermodus polisi gadungan itu.

Keduanya dijebak AS di salah satu hotel kawasan Mampang dan Kebayoran Baru, Jakarta Selatan pada awal Maret 2021.

"Setelah dibawa dengan alasan ditangkap karena melakukan prostitusi online. Korban diperas."

"Karena tidak ada uang, jadi barang berharga korban termasuk ponsel dan barang berharga lain," kata Yusri.

Dari penangkapan tersangka, polisi mengamankan barang bukti berupa segaram lengkap polri, uang Rp 900.000, sejumlah ponsel, dan dua mobil.

Para tersangka disangkakan dengan Pasal 368 KUHP dan atau Pasal 365 KUHP dengan ancaman hukuman penjara sembilan tahun.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul Polisi Gadungan yang Peras PSK Ditangkap

Ilustrasi
Ilustrasi (Shanghaiist)

Siswi SD Kelas 5 Dijadikan PSK, Ditawarkan Sebagai Cewek Open BO Lewat Michat

Seorang siswi SD yang masih duduk di bangku kelas 5 dijadikan cewek open BO lewat aplikasi Michat.

Siswi kelas 5 SD itu ditawarkan pada pria hidung belang oleh muncikari dalam jaringan prostitusi online yang beroperasi di sebuah apartemen.

Beruntung, siswi SD itu, AC (12) bisa diselamatkan polisi saat ia telah menerima bookingan.

Polisi menggerebek jaringan prostitusi yang melibatkan anak di bawa umur itu di apartemen Gading Nias.

AC (12), diamankan polisi sebelum dirinya sempat melayani pria hidung belang usai dijual oleh muncikari DF (27) lewat Michat.

Unit Reskrim Polsek Kelapa Gading menggagalkan praktik prostitusi online yang melibatkan anak di bawah umur pada Kamis (11/3/2021).

Sekitar pukul 21.15 WIB, Kamis (11/3/2021), polisi menangkap DF yang tengah berada di area apartemen.

DF tak lain adalah muncikari sekaligus orang yang mengoperasikan akun Michat berisi foto-foto AC.

Menyusul penangkapan DF, polisi kemudian diarahkan ke salah satu kamar di Apartemen Gading Nias.

Kamar yang dituju ternyata merupakan tempat keberadaan AC, yang pada saat diamankan tengah bersama saksi, Y.

Bocah bau kencur itu sejak sore sudah didiamkan dalam kamar apartemen sembari DF menyalakan radar akun Michat-nya mencari pelanggan.

Terbongkarnya praktik prostitusi online yang menawarkan bocah kelas 5 SD itu sekaligus mengungkap fakta-faktanya.

Laporan Warga

Fakta terbongkarnya kasus ini di antaranya adalah peran masyarakat .

Saat itu, anggota Unit Reskrim Polsek Kelapa Gading mendapati adanya informasi bahwa AC dijual menjadi pekerja seks komersial (PSK) di Apartemen Gading Nias.

Informasi itu menemui titik terang saat polisi mendapati akun Michat yang mengarah ke dugaan praktik prostitusi anak di bawah umur ini.

Berbekal informasi yang ada, anggota dipimpin Kanit Reskrim Polsek Kelapa Gading AKP M. Fajar bergerak menuju lokasi.

Sudah Ada 3 Pelanggan yang Booking 

Fakta lain yang terungkap adalah muncikari sudah mendapatkan 3 pria hidung belang yang akan menggunakan jasa AC.

DF yang merupakan muncikari sudah mendapatkan tiga pria hidung belang yang siap menggunakan 'jasa' AC.

Namun, belum sempat AC melayani nafsu pelanggan, polisi sudah menggagalkannya.

Ditawarkan Sebagai Cewek 16 Tahun

AC ditawarkan melalui aplikasi Michat dengan menyebut sebagai cewek berusia 16 tahun.

Akun Michat AC dibuat sedemikian rupa supaya menarik.

Akun tersebut berisi foto AC yang diambil semenarik mungkin.

Dalam keterangan akun disampaikan bahwa AC berusia 16 tahun dan dirinya bisa disewa alias 'Open BO'.

Menurut Kanit Reskrim Polsek Kelapa Gading, AKP M Fajar, pelaku mengaku bahwa hari penangkapan tersebut adalah pertama kalinya ia menawarkan korban menjadi PSK.

"Jadi dia bikin akun hari itu, menurut pengakuannya (pelanggan) yang sudah terjaring itu tiga. Itu sebenarnya sudah ada janji sama pelanggan. Artinya belum sempat melayani pelanggan, sudah kita amankan," jelas Fajar.

Hasil penelusuran lanjutan, korban yang dalam akun Michat ditulis berusia 16 tahun ternyata baru berusia 12 tahun.

Polisi mendapati fakta tersebut setelah melihat kartu keluarga korban.

Korban yang asal Jawa Barat nyaris terjerat ke dunia prostitusi setelah diperdaya oleh DF.

Anak di bawah umur itu diiming-imingi uang banyak oleh DF supaya mau menjadi PSK.

Muncikari jadi Tersangka

Adapun setelah ditangkap, muncikari DF dibawa ke Mapolsek Kelapa Gading untuk disidik tuntas.

Ia disangkakan melanggar Undang-undang RI nomor 17 tahun 2016 tentang Penetapan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-undang nomor 1 tahun 2016 tentang Perlindungan Anak dan Undang-undang RI nomor 21 tahun 2007 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Perdagangan Orang.

Sementara itu, AC dikembalikan ke orangtuanya serta menjalani pemulihan dari Komisi Perlindungan Anak Indonesi

Artikel ini telah tayang di Tribunjakarta.com dengan judul Kronologi Polisi Gagalkan Prostitusi Online yang Libatkan Anak SD di Apartemen Kelapa Gading

Penulis: Kukuh Kurniawan
Editor: eko darmoko
Sumber: Surya Malang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved