Breaking News:

Gempa di Jawa Timur

Mobil Musala Portable Bagi warga Krajan Dampit Malang, Kini Bisa Laksanakan Salat Tarawih Berjamaah

Musala portable atau mobil mushala BSI Region IX/Surabay kini bisa dimanfaatkan warga Dusun Krajan, Desa Majangtengah Kecamtan Dampit Kabupaten Malang

SURYAMALANG.COM/ISTIMEWA
Bantuan berupa mobil mushala dari NU Peduli untuk warga terdampak gempa di Malang. 

Penulis : Syamsul Arifin , Editor : Dyan Rekohadi

SURYAMALANG.COM, SURABAYA - Musala portable atau mobil mushala kini bisa dimanfaatkan warga Dusun Krajan, Desa Majangtengah Kecamtan Dampit, Kabupaten Malang.

Warga korban gempa bumi akhirnya bisa melaksanakan shalat tarawih berjamaah dengan tenang menggunakan  pada Selasa (20/4/2021) malam.

Mobil mushala milik Bank Syariah Indonesia (BSI) Region IX/Surabaya ini dihadirkan ke lokasi terjadinya gempa bumi berkat kerjasama BSI dengan NU Care-Lazisnu dan Lembaga Penanggulangan Bencana dan Perubahan Iklim (LPBI) Nahdlatul Ulama Jawa Timur.

Menurut Manajer Program NU Care-Lazisnu Jawa Timur, Taufikur Rozikin, mobil musala ini diberangkatkan pada Selasa siang dari Kantor BSI di Komplek Ruko Juanda Bussiness Centre Sidoarjo.

“Sejak awal tim para relawan NU selalu mendampingi para korban dengan berbagai macam bantuan. Alhamdulillah hari ini kami bisa bekerjasama dengan BSI untuk menghadirkan mobil mushala yang memang sangat dibutuhkan oleh para korban untuk beribadah karena banyak masjid dan mushala yang rusak,” kata Taufik, Rabu, (21/4/2021).

Mobil musala ini, lanjut Taufik, sengaja diletakkan tepat berdampingan dengan mushala warga RT 8 RW 01 yang rusak akibat gempa.

Selain karena memudahkan warga, instalasi listrik dan air dari mushala sangat dibutuhkan untuk operasionalisasi mobil mushala.

“Rencananya mobil ini akan beroperasi di lokasi selama dua pekan ke depan. Semoga bisa membantu kegiatan ibadah para korban selama bulan suci Ramadhan, sehingga bisa lebih tenang dan sedikit meringankan duka,” jelasnya.

Setelah instalasi mobil musala ini selesai, warga langsung memanfaatkannya untuk melaksanakan shalat Ashar berjamaah.

Kemudian pada malam harinya sekitar lima puluh warga menggunakannya untuk shalat Isyak dan tarawih berjamaah.

“Kapasitas mobil ini hanya untuk sekitar dua puluh tujuh orang. Kalau jumlah jamaahnya lebih banyak, sebagian bisa menggelar tikar di luar seperti pelaksanaan tarawih pada Selasa malam,” tambah Taufik.

Ke depan, tim NU Peduli akan terus menerjunkan para relawan untuk membantu para korban melalui posko NU Peduli yang sudah aktif sejak hari pertama terjadinya gempa.

Ia juga mengajak kepada masyarakat agar turut serta mendukung aksi-aksi kemanusiaan NU karena kondisi para korban memang masih sangat membutuhkan bantuan.

Artikel Gempa di Jawa Timur dan Berita Malang dapat diikuti di SURYAMALANG.COM

Editor: Dyan Rekohadi
Sumber: Surya Malang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved