Breaking News:

Berita Tulungagung Hari Ini

5 Napi Korupsi dan 2 Napi Teroris di Lapas Tulungagung Tak Diusulkan Dapat Remisi Lebaran 2021

Lima napi korupsi dan dua napi teroris di Lapas Tulungagung tidak diusulkan menapat remisi Lebaran 2021.

Penulis: David Yohanes | Editor: Zainuddin
theguardian.com
Ilustrasi Penjara 

SURYAMALANG.COM, TULUNGAGUNG - Lima napi korupsi dan dua napi teroris di Lapas Tulungagung tidak diusulkan menapat remisi Lebaran 2021.

Lapas Kelas IIB Tulungagung mulai menyusun usulan para narapidana yang diusulkan mendapat remisi Lebaran 2021.

Data sementara, warga binaan yang diusulkan mendapat remisi sebanyak 360 orang.

"Kami sedang menyusun daftar usulan. Kami akan masukkan ke Kemenkumham lima hari lagi," terang Imam Fahmi, Kasi Pembinaan Narapidana-Anak Didik dan Kegiatan Kerja Lapas Kelas IIB Tulungagung kepada SURYAMALANG.COM, Kamis (22/4/2021).

Dari jumlah yang akan diusulkan, 60 persen adalah narapidana kasus narkoba.

Lama remisi yang diusulkan mulai 15 hari hingga 1,5 bulan.

Sementara lima napi kasus korupsi dan dua napi teroris tidak ikut diusulkan.

Fahmi mengatakan, banyak syarat yang belum dipenuhi sehingga mereka belum layak diusulkan mendapat remisi.

"Untuk kasus korupsi, tentu syaratnya lebih berat. Mereka harus membayar kerugian negara dan denda," ungkap Fahmi.

Dari lima napi korupsi yang ada, belum ada satu pun yang membayar uang denda dan kerugian negara.

Selain itu salah satu syarat mendapatkan remisi, mereka harus berstatus justice collaborator.

Sementara untuk napi teroris, mereka harus mengikuti program deradikalisasi dan menyatakan kesetiaannya pada NKRI.

"Belum ada satu pun syarat yang dipenuhi. Jadi mereka tidak termasuk yang kami usulkan," tegas Fahmi.

Sedangkan untuk napi narkotika, mereka yang diusulkan sudah menjalani sepertiga hukuman sebagai syarat kelayakan.

Tiga napi korupsi di Lapas Kelas IIB Tulungagung berasal dari kasus korupsi Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Tulungagung.

Mereka adalah Sutrisno yang sebelumnya menjabat kepala Dinas PUPR, Syahri Mulyo yang menjabat bupati dan seorang rekanan bernama Agung Prayitno.

Selain tiga nama itu, ada Suprapto, mantan Kades Sumberingin Kulon, Kecamatan Ngunut yang dipidana karena korupsi DD dan ADD tahun 2015-2016.

Yang terakhir Gunarto, mantan anggota DPRD Tulungagung yang korupsi dana hibah Pemkab Tulungagung ke Tulungagung Motor Cross (TMC), melalui KONI Tulungagung.

Selain lima nama itu, ada dua napi yang kasusnya dalam tahap banding.

Salah satunya adalah Danang Wahyu Kusworo, Ketua Pokmas Tentrem Dusun Kedungsingkil, Desa Karangrejo, Kecamatan Boyolangu.

Danang korupsi dana hibah pengadaan sapi, Dinas Peternakan Jawa Timur tahun 2017.

Sedangkan satu nama lainnya adalah Djoko Hariyanto (49), dalam perkara korupsi di PDAM Tulungagung.

Sedangkan dua napi teroris di Lapas Kelas IIB Tulungagung adalah AA (22) asal Bima, Nusa Tenggara Barat dan AS (22) asal Aceh Besar, Nangro Aceh Darusallam (NAD).

Mereka sama-sama bergabung dalam Jamaah Ansharut Daulah (JAD) yang berafiliasi dengan ISIS.

Keduanya adalah napi pindahan dari Lapas Cikeas pada 12 Desember 2020.

Sumber: Surya Malang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved