Berita Malang Hari Ini
Mahasiswa ITN Malang Raih Medali di The Best Maluku Nasional Poomsae & Speedkicking Taekwondo
mahasiswa ITN Malang ikut ajang Indonesia Best of The Best Maluku Nasional Poomsae & Speedkicking Taekwondo Championships 2021
Penulis: Sylvianita Widyawati | Editor: isy
Berita Malang Hari Ini
Reporter: Sylvianita Widyawati
Editor: Irwan Sy (ISY)
SURYAMALANG.COM | MALANG - Sebanyak enam mahasiswa ITN Malang meraih tiga emas, dua perak dan satu perunggu diajang Indonesia Best of The Best Maluku Nasional Poomsae & Speedkicking Taekwondo Championships 2021 yang diselenggarakan pada 24-25 April 2021 secara daring.
Mereka adalah Reva Nabila Putri (Senior Female Speedkicking) meraih medali perunggu, mahasiswa Teknik Lingkungan, semester 4 dan asal Malang.
Kemudian Ahmada Itmamunnafi' (Senior Male Speedkicking) meraih medali perak, mahasiswa Teknik Informatika semester 4 asal Blitar.
Rocky Abraham Yunior Tuka (Senior Male Speedkicking) meraih medali Emas, mahasiswa Kupang semester empat yang kuliah di Arsitektur.
Lalu M Fikri Ardiansyah (Senior Male Poomsae Taegeuk 2) meraih medali Emas, mahasiswa Arsitektur yang duduk di semester 2 dan berasal Sidoarjo.
Kemudian Khansa' Ade Taqqiyah (Senior Female Poomsae Taegeuk 2) meraih medali emas, mahasiswa Arsitektur semester empat asal Probolinggo.
Kemudian Bernika Natasya Ifada (Senior Female Poomsae Taegeuk yang meraih medali perak, mahasiswa Teknik Geodesi semester 6 yang berasal dari Jember.
Reva menyatakan karena pandemi, ia setahun tak pernah latihan.
Makanya tubuhnya juga kaget karena latihan fisik, sebab selama ini ia mengaku lebih banyak rebahan.
"Perut saya sempat mual karena kaget latihan fisik," jelas Refa yang harus melakukan 10 tendangan cepat dalam 1 menit.
Untuk menghadapi lomba ini ada waktu latihan tiga minggu dan terbilang mepet.
Rocky menjelaskan, ia dan teman-temannya harus latihan agar mendapat yang terbaik.
Biasanya latihan diadakan di aula kampus atau di UKM.
Untuk lomba daring, mereka harus mengambil video dulu dan share link ke panitia.
Sedang Bernika Natasya Ifada menyatakan memang lebih enak pertandingan langsung dibanding daring.
Lomba yang diadakan Pemprov Maluku itu setahunya yang pertama daring secara nasional.
Namun karena pandemi, diadakan secara daring.