Musibah Driver Ojol Bawa Pulang Makanan dari Orang Tak Dikenal, Anaknya Tewas Setelah Makan Lontong
Beredar kabar viral di media sosial musibah driver ojol bawa pulang makanan dari orang tak dikenal berujung petaka.
Penulis: Frida Anjani | Editor: eko darmoko
SURYAMALANG.COM - Beredar kabar viral di media sosial musibah driver ojol bawa pulang makanan dari orang tak dikenal berujung petaka.
Sang anak yang mencicipi lontong yang dibawa ayahnya pulang yang bekerja sebagai Driver Ojol ini harus kehilangan nyawa.
Istri sang Driver Ojol juga tak sadarkan diri setelah memakan lontong yang ia bawa pulang.
Kisah musibah driver ojol ini beredar d Facebook Info Cegatan Jogja (ICJ) yang dikutip dari Tribun Jogja, "Viral Medsos, Anak SD di Yogyakarta Meninggal Setelah Makan Lontong".

Ada anggota grup Facebook Info Cegatan Jogja (ICJ) yang mengunggah kisah memilukan yang menimpa tetangga desanya.
Tetangganya terdiri dari ibu, bapak dan anak. Tertulis, si anak sendiri merupakan siswa SD Muhammadiyah Karangkajen IV, Yogyakarta.
Si anak meninggal setelah diberi makan oleh ibunya.
Makanan tersebut berasal dari bapak yang bekerja sebagai mitra ojek online.
Akun tersebut menceritakan, si bapak sempat istirahat sejenak sekalian Salat Ashar di masjid.
Selesai salat, dia menerima permintaan seseorang untuk mengirimkan dua bungkusan.
Namun, orang itu tidak memesan pengiriman secara daring.
Bapak itu menyanggupi permintaan tersebut.
Dia melihat, di dalam bungkusan terdapat dua kotak makanan.
Pengirim pun memberikan alamat yang dituju dan meminta bapak selaku ojek daring mengantarkan.
Sayangnya, sesampainya di rumah penerima, ternyata si penerima tidak mau mengambil makanan yang dibawa lantaran merasa tidak kenal dengan si pengirim.

Dia pun meminta bapak membawa saja makannnya.
“Waktu berbuka bersama, anak mendapatkan takjil berupa nasi gudeg. Bungkusan yang dibawa bapaknya adalah sate lontong. Lalu, anaknya bilang kalau nasi gudegnya buat bapak saja,” tutur pengunggah kisah itu.
Anak pun meminta suapan dari ibunya.
Ibu juga menyuapi anaknya dengan setengah lontong beserta bumbu, belum sama satenya.
Ia kemudian meminta makanan itu buat ibu saja.
“Dalam hitungan menit, anak itu jatuh tak sadarkan diri. Ibunya juga baru makan lontong bumbu tidak sadarkan diri. Menurut ibu, rasanya pedas, pahit dan seperti nyangkut di tenggorokan,” tambahnya.
Beruntung, ibunya selamat.
“Tadi pagi, habis Subuh, sebagian anak-anak Madin menyolati dan membacakan tahlil buat anak. Semoga khusnul khotimah dan keluarga yang ditinggalkan di lapangkan hatinya,” tandas pengunggah.
Hingga kini, belum diketahui penyebab mengapa anak tiba-tiba meninggal setelah makan lontong saat berbuka puasa.
Wartawan Tribun Jogja (GRUP SURYAMALANG.COM) hingga kini masih melakukan pencarian informasi langsung di lapangan.
Bocah 9 Tahun Jualan Sate Kol dari Mojokerto ke Gresik, Tempuh Rute Jauh
Kisah menggetarkan terjadi pada bocah berusia 9 tahun asal Mojokerto yang berjualan sate kol (keong atau bekicot sawah) di Gresik.
Bocah tersebut rela menempuh jarak jauh demi menjajakan barang dagangannya di wilayah Perumnas Kota Baru Driyorejo, Gresik.
Bocah tersebut terlihat menangis tersedu-sedu di Jalan Raya Cangkir, Kecamatan Driyorejo, Gresik.
Ia bernama Raja, beralamatkan di Desa Karangasem, Kecamatan Gedeg, Mojokerto.
Setiap harinya, pelajar di bangku sekolah dasar (SD) membantu orang tuanya untuk berjualan sate kol di Perumnas Kota Baru Driyorejo, pada pukul 14.00 WIB.

Berdasarkan informasi yang dihimpun SURYAMALANG.COM, ia diantar ibu dan kakaknya dengan menggunakan sepeda motor menuju ketempat lokasi jualannya.
Kemudian ditinggal berjualan sendiri dikarenakan kakak dan ibunya yang juga berjualan sate kol di Karangpilang, Kota Surabaya.
Sampai dengan tengah malam ternyata Raja tak kunjung dijemput oleh Kakak dan Ibunya, sehingga dirinya mencari tebengan kendaraan bermotor yang lewat untuk diantarkan ke Pertigaan Koramil 0817/01 Driyorejo.
Kemudian setelah turun dari kendaraan, bocah 9 tahun itu merasa bingung dan ketakutan sehingga menangis sejadi-jadinya dan menarik perhatian piket Koramil pada hari itu Serma Rudianto.
Ketika ditanya anggota, Raja pun menceritakan kejadiannya, mengetahui kondisi anak tersebut lelah dan mengantuk si anak dibiarkan beristirahat sejenak.

Saat itu, Serma Rudianto berkoordinasi dengan rekan yang lain, Peltu Mat Untung serta Serda Agus Riyono yang punya kendaraan mobil untuk digunakan mengantarkan si anak pulang ke rumahnya di Desa Karangasem Kecamatan Gedeg, Kabupaten Mojokerto.
Setiba di rumah Raja, ketiga Prajurit Koramil 0817/01 Driyorejo langsung diterima oleh ayahnya yang bernama Heru (37).
Anggota memberikan nasehat kepada orang tuanya, walaupun dalam kondisi serba kekurangan.
Pihaknya meminta orang tua bijaksana tidak menyuruh anaknya untuk berjualan yang jauh dari rumah.
“Awalnya saya mengetahui si Raja di pertigaan jalan ini sedang menangis sejadi-jadinya lalu saya hampiri dan menanyakan, akhirnya dirinya menceritakannya kronologi kejadiannya."
"Merasa kasihan akhirnya saya ajak ke Koramil selanjutnya saya berkoordinasi dengan rekan yang memiliki mobil dengan niatan akan mengantarkan pulang. Karena alamatnya cukup jauh dari sini," ucap Serma Rudianto, Sabtu (24/4/2021).

Pihaknya tersentuh hati melihat perjuangan seorang anak di bawah umur yang berjuang demi sesuap nasi.
Diketahui ayah Raja adalah seorang kuli bangunan yang terkadang berkerja terkadang tidak kerja.
Keluarga mereka dihadapkan dengan kebutuhan hidup di situasi pandemi virus corona cari uang susah namun kebutuhan hidup tidak terbendung terlebih lagi mendekati Hari Raya Idul Fitri 1442 H Tahun 2021.
"Tersentuh hati saya karena tidak tega dengan nasib si anak yang malang ditinggal oleh Kakaknya yang baru kelas 6 SD dan Ibunya yang berjualan keliling sate kol yang juga hidupnya serba kekurangan."
"Yang mana anak kecil tersebut menangis sejadi-jadinya tidak tau harus minta tolong kepada siapa, apalagi dihadapankan dengan maraknya penculikan anak dibawah umur di situasi Pandemi saat ini," paparnya.
“Dengan kejadian seperti ini saya sampaikan kepada seluruh orang tua, agar diawasi dan lebih diperhatikan putra dan putrinya."
"Jangan sembrono seperti kejadian ini karena melihat kejadian seperti ini miris sekali, apalagi anak sekecil itu ditinggal untuk berjualan sendiri dilokasi yang jauh dari rumah," pungkasnya. (Willy)
Penulis: Frida Anjani / SURYAMALANG.COM
Ikuti Berita Terkait dan Berita Viral Lainnya.