VIRAL Wanita Ini Tolak Pemberian Takjil Gratis dengan Sopan: Sudah Banyak, Makasih Ya Kak
Tidak Serakah, Wanita Ini Viral karena Menolak Takjil Gratis dengan Sopan: Sudah Banyak, Makasih Ya,
SURYAMALANG.COM - Sosok wanita ini menjadi viral di media sosial, setelah ia menolak pemberian takjil.
Kisah viral wanita menolak pembagian takjil ini diunggah oleh akun TikTok @cutfatimahhh pada Minggu (25/4/2021) lalu.
Pada video tersebut, tampak pembagian takjil gratis untuk berbuka puasa.
Pemilik akun @cutfatimahhh tak sendirian, ia bersama teman-temannya di dalam mobil sibuk membagikan takjil kepada orang-orang yang ditemui di jalan.
Saat acara bagi-bagi takjil gratis ini, kemudian datang wanita yang memakai baju bunga-bunga dan kerudung biru.
Baca juga: VIRAL Aksi Mulia Kades Kepuh Tulungagung Berbuntut Hukuman, Bagi-bagi Uang ke Warga Malah Kena Denda
Wanita ini tampak mendorong pria paruh baya menggunakan gerobak kayu yang mirip kursi roda.
Kemudian, terlihat wanita dari dalam mobil hendak memberikan makanan kepadanya.
Namun, wanita berbaju bunga-bunga itu justru menolak pemberiannya dengan sopan.
Bahkan, ia juga memberikan senyum yang terlihat tulus saat menolak makanan tersebut.
"Udah neng, udah ada, udah banyak. Soalnya berdua doang. Makasih ya kak," ujar sang wanita di dalam video.
Rupanya, alasan ia menolak makanan justru membuat haru pengunggah.
Ia tidak serakah dan menyebut telah mendapatkan banyak makanan.
Baca juga: Mau Cari Menu Takjil di Kota Malang, Mahasiswi Ini Kaget Motornya Hilang
Sontak, aksinya yang menolak dengan halus dan tidak serakah ini pun menjadi sorotan warganet.
Hingga Rabu (28/4/2021), video tersebut menjadi viral dan telah ditonton lebih dari 6,6 juta kali.
Video tersebut juga disukai lebih dari 722 ribu kali dan dikomentari lebih dari 5 ribu kali.
Banyak dari warganet yang merasa haru dengan senyum tulus dan penolakan halus wanita tersebut.
Padahal, warganet menyebut, bisa saja ia menerima makanan meski mendapatkan makanan gratis sebelumnya.
Seorang wanita terekam menolak pembagian takjil gratis dengan sopan, sebut sudah dapat banyak. (Tiktok.com/@cutfatimahhh)
Namun, aksinya yang menolak halus justru membuktikan ketidakserakahan dari mereka.
Ada juga warganet yang mengaku sering melihat keduanya di sekitar Graha Raya, Bintaro, Kota Tangerang Selatan.
"Jarang yang kaya gini. Sehat terus bapak ibu," kata pemilik akun @nadilla.17.
"Senyum nya ikhlas bgt, muka nya jugak cerah gitu ya Allah, sehat terus buat kakaknya dan bapaknya," ujar akun @mitakiutt.
"Asli ini mah yang suka lewat di area graha raya tempat gua kerja, tiap hari siang dan sore pasti liat dia lagi dorong bapaknya, saluttt banget gapernah lelah," tambah akun @st.kdjhhh.
Saat dikonfirmasi, pemilik akun bernama Cut Fatimah telah memberi izin untuk menulis ceritanya.
Namun, hingga berita ini ditayangkan, ia belum merespons kembali mengenai kapan dan dimana kejadian bertemu dengan wanita dan pria paruh baya yang viral ini.
Makna Takjil Sebenarnya
Kata " takjil" marak digunakan sebagai kata ganti kudapan yang dimakan sesaat setelah berbuka puasa, biasanya berupa makanan manis seperti kolak pisang, sop buah, es campur, dan lain sebagainya.
Namun, ternyata kata "takjil" bukanlah berarti makanan.
Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), kata takjil memiliki arti mempercepat dalam berbuka puasa.
Kata ini berakar dari kata 'ajila dalam bahasa Arab yang memiliki arti menyegerakan, sehingga takjil bermakna perintah untuk menyegerakan untuk berbuka puasa.
Namun, seiring berjalannya waktu, kata yang digunakan untuk menyuruh orang segera berbuka puasa justru dimaknai sebagai makanan pembuka saat waktu Maghrib tiba.
Baca juga: Daftar 5 Menu Takjil Sehat untuk Menjaga Imunitas dan Nutrisi Tubuh Saat Puasa
Anjuran segera berbuka
Menyegerakan untuk berbuka puasa sangat dianjurkan dalam Islam, sebagaimana yang dilakukan oleh Nabi Muhammad SAW.
Ketika berbuka, Nabi Muhammad SAW biasanya memakan kurma. Hal tersebut tertulis dalam hadits yang berbunyi:
"Biasanya Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam berbuka puasa dengan ruthab (kurma muda) sebelum shalat (Maghrib). Jika tidak ada ruthab maka dengan tamr (kurma matang), jika tidak ada tamr maka beliau meneguk beberapa teguk air." (HR. Abu Daud)
(Tribunnews.com/Maliana/Kompas.com)