Ramadan 2021
7 Amalan Ini Bisa Dilakukan Wanita Haid Saat Ramadan, Ada Sedekah, Dzikir, dan Baca Asmaul Husna
Berikut 7 amalan yang dapat Anda lakukan saat haid di bulan Ramadan 2021. Ada sedekah, dzikir, dan baca asmaul husna.
Penulis: Ratih Fardiyah | Editor: Dyan Rekohadi
SURYAMALAG.COM - Berikut 7 amalan yang dapat Anda lakukan saat haid di bulan Ramadan 2021.
Meski tak dapat melaksanakan puasa, anda tetap bisa mendapatkan pahala saat melakukan amalan-amalan sunnah ini.
Seperti diketahui bulan Ramadan 1442 H ini sudah tinggal 10 hari terakhir.
Umat Islam akan menyambut malam Lailatul Qadar yang akan jatuh di malam ganjil 10 hari terakhir Ramadan.
Mereka akan berlomba-lomba melakukan kebaikan dan mendekatkan diri kepada Allah di malam Lailatul Qadar.

Hal itu lantaran malam Lailatul Qadar kerap disebut malam seribu bulan yang berati malam yang penuh dengan kemuliaan.
Namun bagaimana dengan wanita menstruasi yang tidak bisa berpuasa dan menunaikan salat.
Apakah tetap bisa mendapatkan pahala?
Baca juga: 5 Amalan yang Dianjurkan di 10 Hari Terakhir Bulan Ramadan, Ada Salat Malam, Tadarus, dan Iktikaf
Baca juga: 5 Tanda Datangnya Malam Lailatul Qadar di Ramadan 2021, Tiba di Malam Ganjil, Ini Penjelasan Ulama
Berikut 7 amalan yang dapat Anda lakukan saat haid, seperti yang dilansir dari TribunStyle:
1. Berdoa
Meski sedang mengalami menstruasi bukan berarti kita tidak boleh berdoa.
Pada bulan ramadhan yang penuh dengan keberkahan ini menjadi waktu yang tepat untuk berdoa kepada Allah SWT.
Mulai dari doa memohon ampun, meminta perlindungan, meminta petunjuk hingga doa saat terjadi bencana seperti pandemi corona yang sedang terjadi.
2. Berdzikir
Selain berdoa, melantunkan dzikir juga bisa tetap diamalkan di saat sedang datang bulan.
Perbanyak melantunkan tasbih, tahmid, takbir dan sebagainya.
Lantunkan dzikir untuk meraih cahaya di malam lailatul qadar.
Hadist riwayat Imam Bukhari menyebut bahwa Rasulullah pernah bersabda:
"Perumpamaan antara orang yang dzikir pada Tuhannya dan yang tidak, seperti antra orang yang hidup dan yang mati" (HR Imam Bukhori)
3. Beramal
Selain deretan amalan di atas, kita juga bisa tetap beramal meski sedang haid.
Terlebih di saat Ramadhan, beramal kepada orang yang membutuhkan merupakan perbuatan yang terpuji.
Apalagi ketika situasi sedang sulit karena pandemi corona yang menjadikan masyarakat mengalami penurunan pendapatan hingga kehilangan pekerjaan.
4. Mendengarkan lantunan Al-Quran
Meski tidak bisa melantunkan Al-Quran, kita masih bisa mendengarkannya.
Dengan mendengarkan orang yang membaca ayat Al-Quran kita akan mendapatkan pahala.
5. Membaca dan Mengamalkan Asmaul Husna
Membaca dan mengalmalkan nama-nama baik Allah SWT merupakan amalan yang juga bisa dilaksanakan saat wanita haid.
Dengan membaca Asmaul Husna menjadikan kita lebih banyak mengingat Allah.
Selain itu kita juga menjadi semakin mendekatkan diri kepada Allah SWT, terutama jika dilakukan di bulan Ramadhan.
6. Menuntut Ilmu
Menuntut ilmu merupakan bentuk amalan kepada Allah SWT.
Membaca buku, memperluas pengetahuan hingga mengikuti kajian memberikan manfaat yang besar.
Kita senantiasa dihimbau untuk terus menuntut ilmu kapanpun dan di manapun berapa.
"Belajarlah ilmu, sesungguhnya belajar ilmu karena Allah adalah suatu bentuk ketakwaan." (HR Ad-Dailami)
7. Mendengarkan Tausiyah
Selain mendengarkan lantunan ayat Al-Quran, wanita yang sedang haid juga diperbolehkan mendengarkan tausiyah.
Baik dari media sosial, televisi maupun radio.
Mendengarkan tausiyah merupakan salah satu bentuk mendekatkan diri kepada Allah SWT.
Kita dapat memperluas pengetahuan agama dengan banyak mendengarkan tausiyah.
Bacaan Doa Malam Lailatul Qadar
Sangat dianjurkan untuk memperbanyak do’a pada lailatul qadar, lebih-lebih do’a yang dianjurkan oleh Nabi Muhammad SAW sebagaimana terdapat dalam hadits dari Aisyah.
Sangat dianjurkan untuk memperbanyak do’a pada lailatul qadar, lebih-lebih do’a yang dianjurkan oleh Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam sebagaimana terdapat dalam hadits dari Aisyah.
عَنْ عَائِشَةَ ، قَالَتْ : قُلْتُ : يَا رَسُولَ اللَّهِ ، أَرَأَيْتَ إِنْ عَلِمْتُ أَيُّ لَيْلَةٍ لَيْلَةُ الْقَدْرِ مَا أَقُولُ فِيهَا ؟ قَالَ : قُولِي : اللَّهُمَّ إِنَّكَ عُفُوٌّ كَرِيمٌ تُحِبُّ الْعَفْوَ فَاعْفُ عَنِّي
Dari Aisyah yang berkata, “Saya bertanya kepada Rasulullah, ‘Wahai Rasulullah, bagaimana menurutmu jika saya mendapati malam lailatul Qadar, apa yang harus aku baca?’ Rasulullah bersabda, ‘Bacalah: Allahumma innaka ‘afuwwun kariimun tuhibbul ‘afwa fa’fu ‘anni (Ya Allah sesungguhnya Engkau Maha Pemaaf yang menyukai permintaan maaf, maafkanlah aku).’” (HR. Al-Tirmidzi)
Doa ini bersumber dari kitab Sunan Al-Tirmidzi, Sunan Ibnu Majah, Musnad Ahmad, Syu’ab Al-Iman dan Mustadrak ‘Ala Al-Shahihain.
Imam Al-Tirmidzi mengatakan, ini adalah hadis hasan shahih. Imam Al-Hakim mengatakan, hadis ini adalah sahih sesuai syarat Imam Al-Bukhari dan Muslim.
Sementara itu, dalam riwayat Imam Syafi'i doa yang juga sering dipanjatkan Nabi Muhammad di malam 10 hari terakhir bulan Ramadan adalah :
"Rabbana atina fiddunya hasanah, wa fil akhirati hasanah wa qina ‘adzabannar.'
Artinya: Wahai Tuhan kami, anugerahkanlah kepada kami kebajikan di dunia dan kebajikan di akhirat dan peliharalah kami dari siksa api neraka.
Penulis: Ratih Fardiyah/Editor: Dyan Rekohadi/SURYAMALANG.COM.
Ikuti berita menarik Ramadan 2021 dan lainnya