Breaking News:

Berita Jember Hari Ini

UPDATE Kasus Pencabulan oleh Dosen Unej, Polres Jember Diberi Hadiah Bunga Setelah Tersangka Ditahan

Penyidik Unit PPA Satreskrim Polres Jember menahan dosen Universitas Jember berinisial RH yang menjadi tersangka pencabulan terhadap keponakannya

Penulis: Sri Wahyunik | Editor: Dyan Rekohadi
SURYAMALANG.COM/Sri Wahyunik
RH, dosen Unej yang menjadi tersangka pencabulan terhadap keponakan (memakai kerpus) saat rilis di Mapolres Jember, Kamis (6/5/2021) 

Penulis : Sri Wahyunik , Editor : Dyan Rekohadi

SURYAMALANG.COM, JEMBER - Babak baru kasus dugaan pencabulan yang dilakukan dosen Universitas Jember setelah pelaku yang sudah dijadikan tersangka ditahan Polres Jember, pada Rabu (5/5/2021) malam.

Langkah jajaran Polres Jember itupun langsung mendapat apresiasi warga melalui aktivis di Kabupaten Jember yang tergabung dalam Gerakan Peduli Perempuan (GPP) .

Aktivis GPP menyerahkan buket bunga kepada penyidik Satreskrim Polres Jember, Kamis (6/5/2021).

Pemberian buket bunga itu sebagai bentuk apresiasi kinerja penyidik Unit PPA Satuan Reserse dan Kriminal Polres Jember yang menangani kasus pencabulan anak dengan tersangka dosen Universitas Jember berinisial RH. 

Penyidik Unit PPA Satreskrim Polres Jember menahan dosen Universitas Jember berinisial RH yang menjadi tersangka pencabulan terhadap keponakan setelah pemeriksaan tersangka dilakukan pada Rabu (5/5/2021) malam.

"Penyidik Satreskrim telah melakukan penahanan terhadap oknum dosen sebuah perguruan tinggi negeri di Jember dalam kasus dugaan pencabulan. Penyidik telah menetapkan dia sebagai tersangka, dan setelah pemeriksaan tersangka kemarin, selanjutnya dilakukan penahanan," ujar Wakapolres Jember Kompol Kadek Ary Mahardika saat memimpin rilis di Mapolres Jember, Kamis (6/5/2021).

Penyidik menjerat RH memakai Pasal 82 ayat 1 dan 2, junto Pasal 76 UU Perlindungan Anak.

Ancaman hukuman dari pasal tersebut adalah 15 tahun penjara, ditambah sepertiga ancaman maksimal 5 tahun penjara.

"Karena pelaku ini wali dari korban dan tinggal satu rumah, sehingga ada ancaman tambahan sepertiga yakni lima tahun penjara," imbuk Kadek.

Para aktivis GPP mendatangi penyidik. Mereka menyerahkan buket bunga, satu di antaranya diberikan kepada Kanit PPA Satreskrim Polres Jember Iptu Dyah Vitasari, Kamis (6/5/2021) sebagai apresiasi penanganan kasus dugaan pencabulan dengan tersangka Dosen Unej, RH.
Para aktivis GPP mendatangi penyidik. Mereka menyerahkan buket bunga, satu di antaranya diberikan kepada Kanit PPA Satreskrim Polres Jember Iptu Dyah Vitasari, Kamis (6/5/2021) sebagai apresiasi penanganan kasus dugaan pencabulan dengan tersangka Dosen Unej, RH. (SURYAMALANG.COM/Sri Wahyunik)
Halaman
123
Sumber: Surya Malang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved