Penanganan Covid

Bagaimana Vaksinasi Covid-19 AstraZeneca di Jatim ? Ternyata Ini FAKTA Penghentian Batch CTMAV547

Vaksin AstraZeneca Batch CTMAV547 merupakan bagian dari vaksin yang diterima Indonesia melalui skema Covax Facility/WHO pada 26 April 2021

Editor: Dyan Rekohadi
TRIBUNNEWS.COM
Ilustrasi vaksin AstraZeneca 

"Penggunaan vaksin AstraZeneca tetap terus berjalan dikarenakan vaksinasi covid-19 membawa manfaat lebih besar," jelasnya.

Sementara berdasarkan data Komnas KIPI, sampai saat ini belum pernah ada kejadian orang yang meninggal akibat vaksinasi Covid-19 di Indonesia.

Dalam beberapa kasus sebelumnya, meninggalnya orang yang statusnya telah divaksinasi Covid-19 karena penyebab lain dan bukan akibat dari vaksinasi yang diterimanya.

Adapun terkait meninggalnya Trio Fauqi Virdaus (22), Komnas KIPI bersama BPOM sudah memulai pengujian sterilitas dan toksisitas vaksin AstraZeneca.

Hal ini untuk membuktikan pengaruh imunisasi terhadap wafatnya pemuda asal Buaran, Jakarta Timur itu yang meninggal sehari usai divaksin AstraZeneca.

"Sekarang sedang diuji vaksinnya dari segi sterilitas dan toksisitas, apakah vaksin yang disuntikkan itu steril atau tidak. Kami juga cek apakah ada kandungan toksisitasnya atau tidak," kata Ketua Komnas KIPI Hindra Irawan Satari, Minggu (16/5/2021).

Toksisitas adalah sifat suatu zat yang merusak bila dipaparkan terhadap struktur organisme seperti sel atau organ tubuh.

Sementara sterilitas diuji untuk mengetahui apakah vaksin tersebut bersih dari kuman atau mikroorganisme lain.

Hindra mengatakan kajian terhadap kandungan vaksin itu sedang dilakukan oleh BPOM.

"Uji BPOM biasanya dua sampai tiga pekan. Itu meliputi toksisitas dan sterilitas," ujarnya.

Trio Fauqi Virdaus meninggal setelah menjalani vaksinasi AstraZeneca pada Rabu (5/5/2021).

Pemuda yang bekerja di Pegadaian itu meninggal sehari setelah melakukan vaksinasi, Kamis (6/5/2021).

Sementara proses investigas Komnas KIPI baru dimulai pada Jumat (7/5/2021).

Komnas KIPI telah berupaya menginvestigasi wafatnya Trio berdasarkan riwayat penyakit atau komorbid yang mungkin berkaitan dengan KIPI.

Halaman
123
Sumber: Tribunnews
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved