Jendela Dunia

Kebrutalan Serdadu Israel Kian Menjadi-jadi di Jalur Gaza, 197 Orang Mati, Palestina Banjir Dukungan

Kebrutalan Serdadu Israel Kian Menjadi-jadi di Jalur Gaza, 197 Orang Tewas, Palestina Banjir Dukungan

Editor: Eko Darmoko
MAJDI FATHI / NurPhoto / NurPhoto via AFP
Asap tebal membubung dari Menara Jala saat dihancurkan dalam serangan udara Israel di kota Gaza yang dikendalikan oleh gerakan Hamas Palestina, pada 15 Mei 2021. Angkatan udara Israel menargetkan Menara Jala 13 lantai yang menampung media Al-Jazeera yang berbasis di Qatar dan kantor berita Associated Press. 

SURYAMALANG.COM - Kebrutalan dan arogansi serdadu Israel makin menjadi-jadi di Jalur Gaza, Minggu (16/5/2021) waktu setempat.

Pesawat tempur Israel membombardir serta meluluh-lantahkan dua bangunan Kementerian di Jalur Gaza.

Kantor berita Turki, Anadolu, Senin (17/5/2021) melaporkan, dua bangunan itu adalah kantor Kementerian Tenaga Kerja dan Pembangunan Sosial Palestina.

Dalam sebuah pernyataan, ketua kantor media pemerintah Palestina Salama Marouf mengatakan gedung Kementerian Tenaga Kerja benar-benar hancur.

Sedangkan gedung Kementerian Pembangunan Sosial mengalami kerusakan parah.

Serangan udara Israel ini terjadi sehari setelah pemboman Israel terhadap menara di Gaza yang menampung kantor-kantor media termasuk Associated Press dan Al Jazeera.

Sejauh ini korban tewas akibat serangan Israel di Jalur Gaza naik menjadi 197 orang, termasuk 58 anak-anak dan 34 perempuan.

Hal ini menurut data Kementerian Kesehatan Palestina seperti dilansir Kantor Berita Anadolu, Senin (17/5/2021).

Meskipun dunia internasional mengecam serangan mematikannya, Israel tetap melanjutkan serangannya di Gaza pada Sabtu malam hingga Minggu.

Dalam sebuah pernyataan, Kementerian Kesehatan Palestina di Gaza mengatakan 42 warga Palestina, termasuk 10 perempuan dan 16 anak-anak, kehilangan nyawa mereka dalam serangan yang dilakukan Israel sejak tengah malam.

Sementara jumlah korban luka mencapai 1.235 orang.

Petugas hubungan Arab dan Turki kementerian Kesehatan, Anwar Atallah mengatakan kepada Anadolu, serangan Israel itu menyebabkan kehancuran besar, dan banyak korban tewas.

Ketegangan baru-baru ini yang dimulai di Yerusalem Timur pada bulan suci Ramadan lalu hingga menyebar ke Gaza setelah kelompok-kelompok perlawanan Palestina di sana bersumpah untuk membalas serangan Israel di Masjid Al-Aqsa dan Sheikh Jarrah, jika mereka tidak dihentikan.

Israel menduduki Yerusalem Timur, tempat Al-Aqsa berada, selama perang Arab-Israel 1967.

Halaman
1234
Sumber: Tribunnews
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved