Berita Tulungagung Hari Ini
Diduga Santet, Hewan Ternak di Tulungagung Tewas Secara Janggal, di Perutnya Terdapat Besi dan Batu
Diduga Santet, Hewan Ternak di Tulungagung Tewas Secara Janggal, di Perutnya Terdapat Besi dan Batu
Penulis: David Yohanes | Editor: Eko Darmoko
“Penjelasan pemiliknya, terjadi gangguan pencernakan."
"Ada pula yang karena plasentanya tidak bisa keluar, sehingga terjadi infeksi,” papar Tutus.
Tutus menghimbau kepada peternak agar lekas mencari pertolongan tenaga kesehatan hewan, jika ternaknya sakit.
Menurutnya, kematian hewan-hewan ini disebabkan karena tidak lekas dilaporkan sehingga tidak segera mendapat pertolongan.
Sebelumnya delapan sapi dan satu kambing mati beruntun di Desa Sidomulyo, Kecamatan Pagerwojo dalam bulan Mei ini.
Isu jengges atau santet merebak, karena warga menemukan berbagai benda asing di perut hewan yang mati.
Pemerintah desa setempat bahkan harus meredam warga, agar tidak ada kecurigaan dan saling tuding di antara warga. (David Yohanes)

Gara-gara Dugaan Ritual Santet, Pria Pulau Kangean Sumenep Dibunuh Secara Keji, Tubuh Ditusuk-tusuk
Hasyim, warga Pulau Kangean, Kabupaten Sumenep, Madura tewas bersimbah darah setelah ditusuk beberapa kali di tubuhnya oleh dua pria setempat pada hari Selasa (4/8/2020) pukul 19.00 WIB.
Pembunuhan di malam hari ini terjadi dilatar-belakangi isu santet (ilmu hitam) yang diduga dimiliki korban.
Kasat Reskrim Polres Sumenep, AKP Dhany Rahadian Basuki mengatakan, peristiwa penusukan berujung maut itu bertempat di dalam anjungan kapal Kayu Motor (KM) Jaya Abadi di Pelabuhan Dusun Jembatan Desa Saobi, Kecamatan/Pulau Kangean Sumenep.
"Korban dibunuh dengan menggunakan sebuah pisau, dan ditusuk beberapa kali ke tubuh korban," kata AKP Dhany Rahadian Basuki, Senin (10/8/2020).
Dua orang pria pembunuh korban (Hasyim) ini kata AKP Dhany Rahadian Basuki, telah jadi tersangka dan saat ini keduanya sudah ditahan di Polres Sumenep.
Du tersangka ini diketahui bernama As'ad Wahyudi (35) dan Rifa'ie (33) keduanya sama-sama warga Desa Saobi, Pulau Kangean Sumenep.
"Motif pelaku ini dendam karena keponakannya telah disihir oleh korban (Hasyim)," katanya.