Berita Tulungagung Hari Ini

Diduga Santet, Hewan Ternak di Tulungagung Tewas Secara Janggal, di Perutnya Terdapat Besi dan Batu

Diduga Santet, Hewan Ternak di Tulungagung Tewas Secara Janggal, di Perutnya Terdapat Besi dan Batu

Penulis: David Yohanes | Editor: Eko Darmoko
SURYAMALANG.COM/Willy Abraham
Ilustrasi 

Pelaku ditangkap

As'ad Wahyudi (35) dan Rifa'ie (33) kedua pria ini ditangkap dan dipenjara akibat diduga telah membunuh korban Hasyim.

Kapolres Sumenep, AKBP Darman mengatakan, keduanya dikenakan Pasal 338 atau pasal 351 ayat (3) Jo, pasal 55 ayat (1) atau pasal 56 ayat (1) dan (2) KUHP.

"Pidana dengan ancaman maksimal 15 tahun penjara," kata AKBP Darman, Senin (10/8/2020).

Kedua tersangka atau pelaku penusukan korban Hasyim yang berujung maut ini sama-sama warga asal Desa Saobi, Kecamatan/Pulau Kangean Sumenep.

Korban Hasym dibunuh dengan cara ditusuk beberapa kali tubuhnya dengan sebilah pisau hingga bersimbah darah yang berujung maut.

"Kasus pembunuhan ini terjadi di Kecamatan Kangayan, dan berawal dari dendam pribadi. Tersangka ini merasa keponakannya disihir oleh korban (Hasyim)," ungkapnya.

Kronologi penusukan

Korban Hasyim tewas mengenaskan setelah ditusuk oleh dua tersangka pada hari Selasa (4/8/2020) pukul 19.00 WIB yang dilatar belakangi santet (ilmu hitam).

Kapolres Sumenep, AKBP Darman menceritakan kronologi pembunuhan terhadap korban Hasyim oleh dua pelaku dendam yang dilatar-belakangi dugaan kiriman santet yang dimiliki oleh korban.

"Kasus ini berawal dari dendam pribadi, tersangka ini merasa keponakannya disihir oleh korban," kata AKBP Darman, Senin (10/8/2020).

Detik-detik menegangkan itu terjadi dalam anjungan kapal KM Jaya Abadi di pelabuhan Desa Saobi, Kecamatan Kangayan atau Pulau Kangean.

Tersangka ini kata AKBP Darman awalnya meminta semua ABK kapal KM Jaya Abadi untuk turun dan korban posisi masih di dalam kapal.

"Di situlah eksekusi pembunuhan dilaksanakan dan korban statusnya ABK," ungkapnya. (Ali Hafidz Syahbana)

Berita terkait santet

Sumber: Surya Malang
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved