Breaking News:

Wawancara Eksklusif

Impian Wali Kota Eri Cahyadi di HUT Surabaya ke-728, Tangis Pecah saat Ingat Pesan Ibunda

Eri Cahyadi tak bisa menahan air mata saat ditanya impiannya setelah menjadi Wali Kota Surabaya.

Penulis: Bobby Constantine Koloway | Editor: isy
bobby constantine koloway/suryamalang.com
Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi. 

Wawancara Eksklusif
Reporter: Bobby Constantine Koloway

Editor: Irwan Sy (ISY)

SURYAMALANG.COM | SURABAYA - Eri Cahyadi tak bisa menahan air mata saat ditanya impiannya setelah menjadi Wali Kota Surabaya.

Tangis Eri pecah ketika menjawab pertanyaan itu dalam wawancara eksklusif dengan Direktur Pemberitaan Tribun Network sekaligus Pemimpin Redaksi Harian Surya, Febby Mahendra Putra, pekan lalu, menandai peringatan ulang tahun ke-728 Kota Surabaya hari ini, Senin 31 Mei 2021.

Eri berjanji menjadikan jabatan sebagai ladang amal jariyah, seperti pesan ibu kandungnya.

Ia ingin membanggakan orangtua, bahkan menerangi alam kubur bapak ibunya kelak dengan menjadi pemimpin yang amanah.

Berikut wawancara eksklusif Harian Surya dengan Eri Cahyadi selengkapnya:

Surya: Peringatan HUT Surabaya tahun ini bersamaan dengan tahun pertama Anda menjabat. Bagaimana perasaan Anda?
Eri: Ada perasaan ndredek (berdebar). Sebab, saya harus melanjutkan perjuangan wali kota (Tri Rismaharini) yang hebat sebelum saya. Kedua, saya juga harus bisa menunjukkan, di masa pandemi Covid-19, masyarakat Surabaya harus bahagia, sejahtera. Bagaimana Surabaya bisa lepas (Covid-19) dari zona merah, oranye, kuning, dan menjadi hijau.

Surya: Tentu sudah ada sejumlah kejutan untuk Surabaya. Apa saja?
Eri: Setelah dilantik, ada yang sudah dilakukan. Misalnya untuk sekarang, warga Surabaya yang tidak bekerja pada perusahaan, bisa masuk program jaminan kesehatan semesta dari Pemkot (UHC). Kepesertaannya sudah mencapai 95 persen dari total penduduk. Sehingga, Alhamdulillah, hanya dengan KTP bisa mendapatkan pelayanan BPJS.

Kedua, saya katakan bahwa pemimpin sejati bukan wali kota. Namun, RT, RW, LPMK yang merupakan pemimpin, yang terdekat dengan masyarakat. Sehingga, mereka lah yang bisa mendata masyarakat MBR (Masyarakat Berpenghasilan Rendah), gizi buruk kalau ada dan pendataan lainnya. Oleh karenanya, kami naikkan pendapatan mereka.

InsyaAllah, kejutannya ada lagi. Ini bukan kejutan, tapi kewajiban. Warga Surabaya harus mendapatkan penghasilan UMK Surabaya. Bukan hanya UMK, setiap keluarga total kami harapkan mendapatkan Rp 7 juta. Kami lakukan dengan pemanfaatan aset, pemberdayaan UMKM, dan peran serta ASN memberikan contoh menggerakkan ekonomi.

Halaman
12
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved