Breaking News:

Berita Batu Hari Ini

Pengacara Tegaskan Dugaan Tindak Pidana Kekerasan Anak di Sekolah SPI Batu Tidak Benar

tuduhan adanya dugaan tindak pelecehan, eksploitasi ekonomi, dan kekerasan anak, di Sekolah SPI Batu tidak benar.

Penulis: Benni Indo
Editor: isy
benni indo/suryamalang.com
Recky Bernadus Surupandy selaku pengacara JE, pemilik Sekolah Selamat Pagi Indonesia (SPI) Batu yang dilaporkan ke Polda Jatim karena dugaan tindak pelecehan, eksploitasi ekonomi dan kekerasan terhadap anak setelah memberikan keterangan resmi di SPI, Kamis (10/6/2021). 

Berita Batu Hari Ini
Reporter: Benni Indo
Editor: Irwan Sy (ISY)

SURYAMALANG.COM | BATU - Recky Bernadus Surupandy selaku pengacara JE, pemilik Sekolah Selamat Pagi Indonesia (SPI) yang dilaporkan ke Polda Jatim karena dugaan tindak pelecehan, eksploitasi ekonomi dan kekerasan terhadap anak memberikan keterangan resmi kepada publik, Kamis (10/6/2021).

Dalam konferensi pers yang berlangsung di Sekolah SPI Batu, Recky menegaskan bahwa tuduhan adanya dugaan tindak pelecehan, eksploitasi ekonomi, dan kekerasan anak, tidak benar.

“Segala pernyataan yang telah tertulis di media terkait adanya dugaan telah terjadi tindak pidana kekerasan seksual, tindak pidana kekerasan fisik dan tindak pidana eksploitasi ekonomi di sekolah Selamat Pagi Indonesia adalah pernyataan yang tidak benar,” tegas Recky, Kamis (10/6/2021).

Saat ditanya bukti yang mendasari pernyataan itu, Recky mengatakan akan mengatakannya ke penegak hukum.

Informasi mengenai bantahan telah terjadi tindak pidana di Sekolah SPI tidak ia jelaskan ke media massa.

“Nanti akan kami sampaikan. Keterangan itu tidak bisa berdiri sendiri. Apa yang diterangkan si A, harus didukung keterangan lainnya. Biarkan nanti yang memilah adalah polisi. Pernyataan apapun, akan menjadi bernilai ketika proses pemeriksaan berjalan, disertai bukti, baru kami sampaikan. Ke penyidik dan tentunya setelah itu ke media,” katanya.

Di sisi lain, Recky juga mengatakan bahwa mekanisme pembelajaran dan pengawasan di Sekolah SPI tanpa campur tangan pihak lain.

Hal itu ia katakan ketika menjawab pertanyaan adanya relasi kuasa yang mengakibatkan korban takut melapor atas peristiwa yang ia alami.

“Karena mekanisme pembelajaran di sekolah ini berjalan dan pengawasan tanpa campur tangan pihak manapun,” terangnya.

Halaman
12
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved