Inspirasi Usaha
Menengok Kampung Nila Slilir Sukun Malang, Penjualan Lewat Online dan Menyasar End User
Kampung Nila Slilir di Jalan Pelabuhan Tanjung Priok Malang dikenal sebagai kampung yang mengembangkan ikan nila merah dengan sistem bioflok
Penulis: Sylvianita Widyawati | Editor: isy
Berita Malang Hari Ini
Reporter: Sylvianita Widyawati
Editor: Irwan Sy (ISY)
SURYAMALANG.COM | MALANG - Kampung Nila Slilir di Jalan Pelabuhan Tanjung Priok, Kelurahan Bakalankrajan, Sukun, Kota Malang, dikenal sebagai kampung yang mengembangkan ikan nila merah dengan sistem bioflok yang hemat air.
Ini cocok untuk diterapkan di kota karena air tidak melimpah.
Awal kiprah budidaya ikan saat mulai pandemi Covid-19 di dunia, pada Februari 2020.
Bioflok adalah teknologi budidaya ikan melalui rekayasa lingkungan yang mengandalkan pasokan oksigen dan pemanfaatan mikroorganisme yang secara langsung bisa meningkatkan nilai kecernaan pakan.
"Awalnya dari kegiatan karang taruna. Pada 2019 kita sering bikin kegiatan. Begitu pandemi, 2020, kegiatan berhenti. Akhirnya muda mudi RW 3 membuat kegiatan budi daya ikan nila merah yang tak mengundang massa," jelas Agung Sugiantoro, ketua kelompok budidaya ikan pada suryamalang.com, Selasa (22/6/2021).
Dijelaskan, di lokasi saat ini dulu awalnya ada lima petak kolam ikan terbengkalai.
Kelima petak beton dibersihkan dan dimanfaatkan.
Akhirnya ada bantuan bibit ikan nila merah dari Lurah yang memiliki link di PBI Tlogowaru.
"Ada bantuan ikan nila merah 500 ekor waktu itu. Ditebar di satu kolam dan dua bulan bertahan. Ini dinilai sebagai keberhasilan. Pak Lurah memberi lagi 1000 ekor di kolam lainnya agar terisi," katanya.
Namun untuk diaplikasikan di warga, agar berat jika memakai kolam beton.
Akhirnya diaplikasikan lewat kolam terpal.
Belajar budi daya ikan dengan sistem ini akhirnya menemukan SOP-nya yang pas saat berjalan.
Di lokasi, ada beberapa kolam terpal dengan diameter tak sama.
"Dengan sistem bioflok, tebar ikannya bisa banyak," kata dia.