Berita Malang Hari Ini
Di Tengah Pandemi Virus Corona, Warga Kota Malang Menemukan Pasar Menggiurkan pada Telur Kuning Asin
Di Tengah Pandemi Virus Corona, Warga Kota Malang Menemukan Pasar Menggiurkan pada Telur Kuning Asin
Penulis: Sylvianita Widyawati | Editor: Eko Darmoko
Meski pasar merespons positif, ia merasa belum kuwalahan. Malah ingin meningkatkan produksi di rumahnya. Di bagian belakang rumahnya, dijadikan tempat produksinya. Ada sejumlah ember besar yang didalamnya ada telur-telur bebek yang diasinkan.
Juga ada dandang-dandang besar untuk mematangkan telur asin. Dijelaskan Sugeng, ia juga masih setia berjualan di pasar minggu di belakang MOG untuk berjualan telur asin dan botok.
"Cuma ya bikin botok telur asin itu ribet. Misalkan bikin 400-500 botok, maka harus membuat sejak subuh sampai sore hari," kata dia.
Penjualan di pasar minggu masih dilakukan untuk promosi usaha terus menerus agar berkembang. Ia berjualan di pasar minggu sejak 2003. Usahanya hanya didukung empat pekerja.
Tiga orang dari keluarga sendiri dan satu orang dari luar. Mitra pemasok telur bebek mentah dari Dampit, Kabupaten Malang.
"Saya hanya ada satu mitra peternak. Satu orang saja agar bisa mengontrol kualitas telurnya. Jika ada yang turun, saya telpon dan ada jaminan diganti," jawabnya.
Dalam seminggu, paling tidak mengambil 5000 telur bebek. Dikatakan, ia sempat dua tahun memiliki peternakan bebek sendiri di Dampit.
Tapi karena faktor lingkungan, maka ia kerap kehilangan bebek dan telur. Akhirnya ia memutuskan fokus pada proses pembuatan telur asin karena melelahkan jika mengurus semua.
"Apalagi kalau musim pancaroba. Bebek itu kadang mager. Malas makan minum, dampaknya ke produksi telur," kata Sugeng menceritakan lika liku beternak bebek.