Breaking News:

Skenario Pelaksanaan Idul Adha di Kota Batu Dalam Masa PPKM Darurat

Idul Adha tahun ini berlangsung di masa PPKM darurat. Bagaimana skenarionya agar tak terjadi kerumunan?

Penulis: Benni Indo | Editor: eben haezer
ist/sugeng pramono untuk surya
Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan, Sugeng Pramono (kiri) menyaksikan langsung proses pemeriksaan kesehatan hewan di tempat penjualan hewan kurban di Kota Batu, Selasa (13/7/2021). 

SURYAMALANG, BATU - Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kota Batu melakukan pemeriksaan kesehatan hewan kurban, Selasa (13/7/2021). Pemeriksaan kesehatan ini dilakukan dalam rangka menyambut Hari Raya Idul Adha 1442 Hijriah yang jatuh pada 20 Juli 2021 mendatang. 

Kegiatan tersebut merupakan kegiatan rutin yang setiap tahun dilakukan menjelang Idul Adha. Pemeriksaan kesehatan sangat penting karena daging hewan kurban nantinya akan dikonsumsi masyarakat. 

Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan, Sugeng Pramono mengatakan, pihaknya membawa sejumlah dokter hewan dan mendatangi satu per satu penjual hewan untuk kurban. 

Sebanyak 30 petugas dari dinas dibantu 50 orang dari Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Brawijaya (UB) Malang terlibat dalam kegiatan ini.

Petugas gabungan tersebut keliling memeriksa kondisi hewan dan tempat berjualan mulai tanggal 12 sampai 15 Juli 2021.Di masa pandemi ini, pemeriksaan dilakukan menggunakan protokol kesehatan ketat. 

"Kami juga akan memeriksa hewan yang ada di beberapa kelompok ternak atau kandang peternak milik masyarakat," jelas Sugeng, Selasa (13/7/2021). 

Jika ditemukan ketidaklayakan, maka disarankan agar hewan tidak dijual. Ada beberapa syarat yang harus dipenuhi untuk menjual hewan kurban yaitu, sudah berusia dua tahun dan tidak dalam kondisi sakit serta sudah terverifikasi. 

Jika layak, tempat penjualan diberi stiker layak agar masyarakat tahu. Sedangkan hewan kurban yang dijual dilabeli kartu sehat yang menerangkan aman untuk disembelih atau dikonsumsi. 

“Tidak hanya kesehatannya saja, kami juga memeriksa apakah lapak jualan pedagang sudah menerapkan protokol kesehatan saat melayani pembeli,” imbuhnya. 

Petugas juga akan ditempatkan di masjid dan mushola untuk melihat dan mengawasi langsung penyembelihan khusus hewan kurban seperti kambing. Sedangkan penyembelihan sapi disarankan berlangsung di Rumah Potong Hewan (RPH). Kata Sugeng, saat ini sudah ada 35 sapi yang terdaftar. 

Halaman
12
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved