Breaking News:

Berita Malang Hari Ini

Soal Kerumunan di Desa Ngabab Pujon, Begini Reaksi Wabup Malang Didik Gatot Subroto

Wakil Bupati Malang, Didik Gatot Subroto, menilai peristiwa kerumunan selamatan yang dilakukan di Desa Ngabab dengan perspektif historis dan budaya.

Penulis: Mohammad Erwin | Editor: isy
erwin wicaksono/suryamalang.com
Wakil Bupati Malang, Didik Gatot Subroto. 

Berita Malang Hari Ini
Reporter: Erwin Wicaksono
Editor: Irwan Sy (ISY)

SURYAMALANG.COM | MALANG - Wakil Bupati Malang, Didik Gatot Subroto, menilai peristiwa kerumunan selamatan yang dilakukan di Desa Ngabab, Pujon, Kabupaten Malang, dengan perspektif historis dan budaya.

Menurutnya, tradisi merupakan kebiasaan yang sukar dihilangkan, meski pandemi Covid-19 sedang melanda.

Didik mengajak publik melihat secara utuh pemaknaan kegiatan selamatan yang sempat dilakukan oleh masyarakat Desa Ngabab pada beberapa waktu lalu tersebut.

Dari perspektif lain, Didik tak menampik pula kegiatan selamatan secara berkerumun memang bertentangan dengan protokol kesehatan Covid-19.

“Dalam hal ini intinya ada sebuah kebiasaan di masyarakat, sehingga ini masyarakat yang perlu di edukasi bahwa berkerumunnya masyarakat adalah salah satu indikator penyebaran (corona),” beber Didik.

Didik juga menerima informasi jika pihak Pemerintah Desa Ngabab merupakan tradisi selamatan yang harus dilaksanakan.

Menanggapi hal tersebut, Didik berpesan kegiatan selamatan harusnya menilik pada kondisi pandemi corona seperti saat ini.

"Pemerintah desa isebagai pimpinan lokal memiliki kewajiban untuk memfasilitasi kegiatan ini (selamatan doa bersama). Namun dalam situasi ini juga ada cara lain,” ungkap pria yang mengawali karir politik sebagai Kepala Desa Tunjungtirto, Singosari itu.

Seusai peristiwa selamatan tersebut viral, Didik mengajak masyarakat berpikir tidak sempit dan menganggap pemerintah telah berupaya menyelamatkan nyawa masyarakat lewat PPKM.

"Sehingga pemerintah tidak terus menerus disalahkan. Masyarakat agar juga ikut memahami tentang hak-hak pemerintah di dalam rangka PPKM Darurat. Artinya ada kewajiban yang dilakukan saat ini yaitu penyelamatan nyawa atau jiwa dan bukan yang lain-lain," jelasnya.

Terakhir Didik mengaku Polres Batu sebagai leading sector wilayah Kota Batu serta Kecamatan Pujon, Ngantang, dan Kasembon, merupakan pihak yang berwenang memproses kasus ini.

“Bagi saya ini adalah bagian dari pembelajaran. Hukum memang harus ditegakkan dan ini bagian pembelajaran, kalaupun itu tidak diproses hukum minimal teguran,” tutupnya.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved