Breaking News:

Berita Lumajang Hari Ini

Warga Isolasi Mandiri di Lumajang Menolak Dipindah di Tempat Isoter

pasangan suami istri (pasutri) isolasi mandiri (isoman) asal Kelurahan Citrodiwangsan menolak dipindahkan ke isoter di Gedung BKD Lumajang.

Penulis: Tony Hermawan | Editor: isy
Satgas Covid-19 Lumajang
Tim medis saat merayu pasutri asal Citrodiwangsan Lumajang agar bersedia menempati tempat isoter, Minggu (22/8/2021). Namun upaya itu gagal karena pasutri itu menolak. 

Berita Lumajang Hari Ini
Reporter: Tony Hermawan
Editor: Irwan Sy (ISY)

SURYAMALANG.COM | LUMAJANG - Pelaksanaan isolasi terpusat (isoter) memang tengah berjalan di Kabupaten Lumajang

Setiap hari ada saja warga yang berstatus positif Covid-19 tanpa gejala dari rumah dievakuasi di tempat terpusat.

Tujuannya agar tempat perawatan kasus Covid-19 tanpa gejala itu diharapkan mampu mempercepat penanganan pandemi Covid-19.

Kendati demikian, tampaknya isoter tidak berjalan mulus.

Faktanya, tidak semua pasien bersedia, seperti pasangan suami istri (pasutri) asal Kelurahan Citrodiwangsan menolak dipindahkan ke Gedung Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Lumajang.

Alasan pasutri itu menolak dipindah lantaran merasa lebih nyaman isolasi di rumah.

“Saya bersama istri pokoknya gak mau dibawa. Saya ini sudah sehat, lagian saya juga punya komorbid, saya sering buang air kecil. Saya pilih di rumah saja, di sekitar rumah saya banyak yang flu tetapi tidak berani periksa. Ini saya sudah berani periksa dan mau jalani isolasi di rumah. Jadi saya tidak mau,” kata Sugito.

Penolakan warga isoman dipindah ke isolasi terpadu, tentu membuat tim Gugus Tugas Covid-19 Lumajang bekerja lebih ekstra.

Sekarang tim medis harus melakukan pengawasan di depan rumah pasutri itu selama beberapa hari.

Tujuannya supaya orang itu tidak keluar rumah dan memastikan benar-benar menjalani isoman di rumah.

Komandan Satgas Covid-19 Kodim 0821 Lumajang Letkol Infanteri Andi Andriyanto Wibowo menyayangkan penolakan tersebut.

Apalagi kebijakan isoter tersebut dilakukan untuk mengurangi risiko fatal pasien maupun tenaga medis.

"Kami akui ada beberapa kendala di lapangan, ada yang menolak karena punya komorbid, punya hewan ternak dan lain sebagainya. Maka tugas kami sekarang adalah lebih meyakinkan isoter ini menjadi tempat ternyaman dan terbaik untuk menekan penularan,” pungkasnya.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved