Berita Malang Hari Ini
Sutiaji Mohon ke Pusat agar Mal di Kota Malang Bisa Dibuka
Pembukaan Mal atau pusat perbelanjaan di Kota Malang hingga kini masih belum jelas.
Penulis: Mochammad Rifky Edgar Hidayatullah | Editor: isy
Berita Malang Hari Ini
Reporter: Rifky Edgar
Editor: Irwan Sy (ISY)
SURYAMALANG.COM | MALANG - Pembukaan Mal atau pusat perbelanjaan di Kota Malang hingga kini masih belum jelas.
Hal ini dampak dari perpanjangan PPKM di Malang hingga sampai 30 Agustus 2021 mendatang.
Wali Kota Malang, Sutiaji pun menargetkan sebelum 30 Agustus 2021 ini mal di Kota Malang harus segera dibuka.
Keinginan itu hasil pertambangan guna meningkatkan pertumbuhan ekonomi di Kota Malang.
"Saya barusan telpon ke pak Dirjen kalau minta kelonggaran. Misal mal dan tempat ibadah. Secepatnya harus dibuka, bahkan kalau bisa sebelum 30 Agustus 2021 ini. Ada pengecualian level 4 tapi harus ada uji coba," ucapnya, Selasa (24/8/2021).
Meski menginginkan mal dibuka, orang nomor satu di Kota Malang itu tetap mewajibkan protokol kesehatan dan pembatasan pengunjung harus diterapkan.
Hal ini seperti yang diterapkan di salah satu mal di Surabaya.
Kata Sutiaji, aturan yang diterapkan di mal tersebut menggunakan scan aplikasi.
Melalui aplikasi tersebut nantinya akan terekam jumlah pengunjung yang masuk maupun yang keluar.
"Contoh di salah satu mal di Surabaya. Saya langsung ke sana. Ada scam dengan aplikasi. Kuota misal 8.000 pengunjung, yang masuk 1.000. Check out juga demikian. Untuk memenuhi kuota yang masuk. Mal di malang juga harus menyiapkan itu," ucapnya.
Ketika mal diperbolehkan buka nanti Sutiaji juga menginginkan, pengunjung mal harus menunjukkan sertifikat vaksin.
Selain sertifikat vaksin, pengunjung juga diharapkan tetap menerapkan protokol Kesehatan.
"Keinginan saya harus menunjukkan sertifikat vaksin dan prokes misalkan mal ini sudah diperbolehkan untuk dibuka," ucapnya.
Sebelumnya Sutiaji, menyayangkan adanya instruksi penutupan dalam PPKM Level 4 ini.
Dia berharap, nantinya mal dapat segera buka menyesuaikan dengan kearifan lokal yang ada di Kota Malang.
Saat ini, hanya sejumlah mal saja yang buka di Kota Malang. Itu pun yang buka hanyalah supermarket dan sejumlah tenan.
"Sebenarnya kami menyarankan kemarin itu mal tetap dibuka cuma dengan prokes. Terus ada penutupan ini. Tapi yang penting pelayanannya harus take away," ucapnya.
Sementara itu, Director Malang Town Square, Fifi Trisjanti mengaku aturan pengunjung mal wajib menunjukan kartu vaksin itu menurutnya sangat bagus dan bisa membantu pemerintah untuk mencapai herd immunity.
“Kita usahakan seperti itu (mewajibkan pengunjung menunjukan kartu vaksin). Kita mendukung pemerintah supaya masyarakat cepat-cepat vaksin,” ujarnya.
“Dengan demikian target percepatan herd immunity bisa tercapai sehingga orang percaya saat masuk ke tempat belanja itu,” ucap Fifi
Matos yang tergabung dalam Lippo Grup ini juga berencana menerapkan kebijakan tersebut di seluruh pusat perbelanjaan atau mal.
“Kami akan mengarah kesitu. Jadi semua Lippo akan seperti itu. Saya kira semua mal juga akan seperti itu. Intinya agar mal bisa dipercaya sebagai tempat aman,” terangnya.
Fifi menambahkan, bahwa seluruh karyawan Matos dan penjaga toko di Matos sudah menjalani vaksinasi Covid-19.
“Kira-kira 80 persen yang sudah divaksin. Untuk karyawan sudah 100 persen, sementara tenan belum 100 persen karena ada yang takut dan ada yang sakit. Sekarang kita mengharuskan mereka nguber (kejar) vaksin,” tandasnya.