Breaking News:

Berita Malang Hari Ini

Sutiaji Tegaskan akan Langsung Pecat Oknum ASN Pemkot Malang yang Menyelewengkan Dana Covid-19

Wali Kota Malang, Sutiaji, akan langsung memecat oknum ASN yang menyelewengkan dana penanganan covid-19

SURYAMALANG.COM/Sylvianita Widyawati
Wali Kota Malang Sutiaji. 

Berita Malang Hari Ini
Reporter: Rifky Edgar
Editor: Irwan Sy (ISY)

SURYAMALANG.COM | MALANG - Wali Kota Malang, Sutiaji, memberikan peringatan keras kepada setiap Aparatur Sipil Negara (ASN) yang dengan berani menyelewengkan dana untuk penanganan Covid-19.

Sutiaji tidak ingin memberikan toleransi, apabila hal tersebut dilakukan oleh ASN di lingkungan Pemerintah Kota Malang.

Sanksi yang diberikan nanti, apabila ada ASN yang berani bermain dengan dana penanganan Covid-19 akan dipecat.

Hal tersebut dengan tegas dia sampaikan saat dimintai keterangan atas rilis yang dibuat oleh LSM Malang Corruption Watch (MCW) tentang dugaan adanya pungli dalam intensif pemakaman Covid-19 di Kota Malang.

"Siapapun yang menyelewengkan dana Covid-19 siap untuk di pecat. Untuk ASN, tolong siapapun yang menyelewengkan dana ini siap dipecat, tidak usah ditoleransi," tegasnya, Kamis (2/9/2021).

Dalam rilis LSM itu menyebutkan adanya dugaan penyelewengan dana insentif petugas penggali kubur di Kota Malang.

Kasus ini pun berakibat pada beberapa penggali kubur tidak memperoleh hak kesejahteraannya secara penuh. 

Kejadian ini ditemukan di dua tempat yakni Pemakaman Plaosan Barat dan LA Sucipto Blimbing. 

Dari data itu disebutkan, bahwa insentif senilai Rp 750 ribu di dua tempat tersebut belum dibayarkan.

Dari semestinya dibayar Rp 22,5 juta dari jumlah 30 penggalian, yang sudah dibayarkan hanya Rp 3 juta untuk di LA Sucipto. 

Sedangkan di Plaosan Barat, dari 11 penggalian, yang sudah diterima Rp 8,25 Juta.

Penelusuran ini dilakukan pada periode Juli-Agustus 2021. 

Total insentif yang belum dibayarkan di Plaosan Barat Rp 6,1 juta dan di LA Sucipto Rp 19,5 Juta.

"Sebenarnya ini bukan telat. Jadi yang namanya uang itu tidak langsung dari brankas langsung dipakai. Kami tidak bisa menganggarkan orang yang meninggal berapa, dicairkan berapa. Karena kami tidak bisa memprediksi orang yang meninggal dunia. Jadi sifatnya fluktuatif," ucapnya.

Sutiaji mengatakan, bahwa saat ini proses pengajuan untuk insentif pemakaman ini sudah melalui tahap pengajuan.

Pihaknya juga belum mengetahui laporan terkini, apakah pengajuan dana insentif sudah terealisasikan apa belum.

Mengingat dari laporan Dinas Lingkup Hidup Kota Malang, insentif dari pemakaman Covid-19 sudah telat selama empat bulan. Sejak Mei-Agustus 2021

"Saya tidak tahu sudah direalisasi atau belum ketika ada penggelapan itu naudzubillah. Ketika saya di lapangan, kami kroscek tim pemakaman ini. Karena pengajuannya dari UPT Pemakaman," tandasnya.

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved