Berita Malang Hari Ini
Dekan FEB UB Anggap Terlalu Dini Transisi dari Pandemi ke Endemi, Khawatir Masyarakat Abai Prokes
Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Brawijaya (UB) Abdul Ghofar SE MSi DBA Ak menilai pemerintah terlalu dini merencanakan transisi.
Penulis: Sylvianita Widyawati | Editor: Zainuddin
Dijelaskan, tingkat perekonomian tidak bisa langsung naik meskipun sudah memasuki pasca-pandemi.
Menurutnya, akan terjadi pertumbuhan ekonomi yang tidak merata di masing-masing negara di dunia atau yang disebut dengan uneven economic growth.
Faktor yang mempengaruhi ini adalah capaian vaksinasi dan standar layanan kesehatan di masing-masing negara. Serta efektivitas stimulus perekonomian yang dilakukan oleh masing-masing negara.
"Ini yang kita sebut dengan adanya uneven economic growth. Jadi ada pertumbuhan ekonomi yang tidak merata," tandas Ghofar.
Maka, negara-negara yang vaksinasinya tinggi, kemudian standart kesehatannya tinggi itu akan mengalami pertumbuhan ekonomi yang lebih tinggi daripada negara-negara yang tingkat vaksinasinya rendah.
Selain tentunya, stimulus yang dilakukan oleh pemerintah, katanya.
Capaian vaksinasi di Indonesia berdasarkan data di Kementerian Kesehatan sampai 14 September 2021 pukul 18.00 WIB masih sebesar 35,92 persen untuk vaksin dosis pertama.
Dan 20,54 persen untuk vaksin dosis kedua dari jumlah sasaran sebanyak 208.265.720 warga.
Jika melihat data itu, capaian vaksinasi Indonesia belum terlalu tinggi.
"Supaya tidak memicu persoalan pada proses tansisi dari pandemi ke endemi, pemerintah harus mengerjar target minimal capaian vaksinasi sebesar 70 persen," jelasnya.
Dikatakan, program vaksinasi itu harus cepat diselesaikan sampai kita mencapai 70 persen.
"Kalau perlu digelontorkan besar-besaran untuk vaksinasi," ujar dia.
Memang tingkat kasus harian saat ini turun. Tapi yang jadi masalah kemudian kasus bisa jadi akan naik kalau vaksinasinya belum mencapai herd immunity.
Pemerintah juga harus mampu menciptakan budaya new normal.
Yakni membiasakan masyarakat supaya tetap disiplin menjalani protokol kesehatan meskipun kasus Covid-19 sedang turun.