Berita Malang Hari Ini

Dekan FEB UB Anggap Terlalu Dini Transisi dari Pandemi ke Endemi, Khawatir Masyarakat Abai Prokes

Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Brawijaya (UB) Abdul Ghofar SE MSi DBA Ak menilai pemerintah terlalu dini merencanakan transisi.

Penulis: Sylvianita Widyawati | Editor: Zainuddin
Universitas Brawijaya
Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Brawijaya (UB) Abdul Ghofar SE MSi DBA Ak mengkhawatirkan masyarakat abai prokes. Hal itu menanggapi Presiden Jokowi yang mengajak semua pihak untuk bersiap dengan transisi pandemi ke endemi sebagai langkah hidup berdampingan dengan Covid-19. 

"Sosialisasi pentingnya protokol kesehatan harus terus dilakuan. Itu saya kira harus tetap dijalankan walaupun nanti ini sudah dianggap endemi," tandasnya.

Yang betul-betul new normal adalah ketika pemerintah menyatakan ini endemi, bukan pandemi lagi. Itu baru new normal beneran, utai Ghofar.

Maka idealnya pemerintah bisa melakukan transisi dari pandemi ke endemi pada tahun depan setelah capaian vaksinasi mememuhi syarat minimal terciptanya herd immunity.

"Kalau menurut saya, dengan percepatan vaksinasi, baru bisa tahun depan transisi ke endemi," katanya.

Ghofar menilai, pemerintah mulai merencanakan transisi dari pandemi ke endemi untuk mengurangi beban anggaran pemerintah.

Sebab jika sudah endemi, pemerintah tidak terlalu banyak ikut campur terkait dengan pembiayaan kesehatan masyarakat.

"Jangan-jangan pemerintah cepat-cepat mengatakan ini endemi supaya beban pemerintah terhadap kesehatan turun karena tidak lagi menjadi pandemi."

"Kalau sudah endemi pemerintah sudah tidak terlalu banyak ikut campur pembiayaannya. Kalau niatnya seperti itu, beban masyarakat akan semakin tinggi," terangnya.

Sumber: Surya Malang
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved